Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

It Happened

Bismillahirrahmanirrahim


Assalamu’alaikum…. Pppffiiiuuhh… Saya mau membersihkan debu dan sarang laba-laba dulu, karena tempat ini sudah suwung lama sekali. Sampai sama sekali tidak terurus. Maaf ya, Blog, sudah mengabaikan kamu selama bertahun-tahun. :(

Lamaaa sekali saya sama sekali tidak mengisi blog ini. Oh, jangankan menulis panjang lebar untuk blog, wong menulis status di Facebook saja sudah hampir tidak pernah. Writer’s block syndrome kembali menyerang saya dengan ganasnya. Berkali-kali saya kena sindrom ini, dan sepertinya kali ini yang terparah sepanjang sejarah.

Kalau tidak salah, terakhir kali saya mengisi blog ini adalah bulan Mei 2014. Berbicara tentang kemungkinan saya untuk keluar dari grup One Day One Juz yang telah saya ikuti sejak Oktober 2013 lalu. Dan akhirnya, tidak lama kemudian, pada awal-awal Ramadhan, saya benar-benar memutuskan untuk keluar dari grup. Padahal, saya sudah dapat satu lagi sahabat yang baik banget di sana. Tapi karena satu dan lain hal yang membuat saya sudah merasa sangat tidak nyaman, saya memilih untuk keluar. Nyatanya, tidak ada anggota grup yang mencari saya, selain adminnya tentunya. Adem ayem saja. It means, saya tidak berarti apa-apa di sana. Saya tidak berarti apa-apa untuk mereka.

Selepas Idul Fitri 2014, sebuah hal sakral terjadi dalam hidup saya. Saya menikah. Yeah, I’m a married man right now! Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah… Akhirnya, penantian selama hampir setengah tahun, terbayar sudah.

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan, bahwa saya memulai ta’aruf pada bulan Februari, dan melangsungkan khitbah pada bulan Maret. Setelah itu saya harus bersabar hingga bulan Agustus. Bagi orang lain, mungkin itu jarak yang singkat. Tapi bagi saya waktu itu, itu adalah jarak waktu terpanjang yang harus saya lalui. Nyatanya, waktu terasa begitu cepat sekali berlalu, dan tahu-tahu sudah Ramadhan, lalu sebentar lagi Agustus. Masya Allah, saya benar-benar tidak menyangka.

Hari Jumat sore, selepas ‘Ashr, tanggal 15 Agustus 2014, dengan hati mantap saya ucapkan akad nikah di depan penghulu, wali, dan keluarga. Cukup sekali mengucapkan, dan sah! Alhamdulillah, kemudahan dari Allah. Rasanya legaaaaa sekali. Meski saya masih merasa bujang, karena setelah akad nikah, saya masih harus pulang lagi ke rumah, dan kembali ke rumah mempelai wanita keesokan harinya untuk panggih.

Sabtu pagi, 16 Agustus 2014, saya dipertemukan dengan istri dalam acara temu manten. Bahagia sekali rasanya. Banyak saudara dan tetangga yang mengantarkan saya. Ternyata capek ya jadi pengantin itu? Harus menjalani sesi pemotretan berkali-kali (uhuk!), lalu masih harus menerima tamu hingga malam hari.

Keesokan harinya, saya seperti orang linglung. Serius! Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan setelah rangkaian acara itu usai. Hingga hampir seharian penuh, saya hanya berani meringkuk di kamar, sesekali ditemani istri dan bercerita apa saja. Saya masih merasa aneh. Saya belum mengenal istri saya secara lebih dalam. Bahkan berkomunikasi langsung untuk durasi yang panjang saja, baru setelah menikah itu bisa saya lakukan. Saya juga belum mengenal dengan baik kakak-kakaknya. Saya merasa sangat asing di tempat baru. Ah, pokoknya, saya merasa sangat berbeda, sangat bingung harus bagaimana, dan benar-benar linglung. Seharian pasca walimah.

Sepertinya, disambung next time saja. Masih banyak sekali yang terjadi dalam hidup saya, usai saya vakum dari blog. Lain waktu, insya Allah saya ceritakan lagi. :)


Nih bukti otentiknya!



Magetan, 080415