Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Catatan Kerinduan


Bismillahirrahmanirrahim

Sore selepas Magrib, sebuah pemberitahuan nongol di pesbuk saya. Dari seorang sahabat lama. Dia menandai saya di catatannya. Sebuah catatan yang berhasil membuat saya tercenung. Diam, merenungi apa yang tertulis di sana. Hati saya seakan berubah lembut seketika.

Catatan itu singkat. Simpel. Tapi sangat dalam. Tentang kerinduan seseorang terhadap sahabatnya. Itu bukan tulisan teman yang menandai saya, dia hanya copy paste. Namun, isinya, mungkin saja, sangat mewakili perasaannya.

Tentang kerinduan. Rindu masa-masa indah saat dulu sangat bersemangat menghadiri majelis-majelis ilmu. Rindu akan masa-masa awal mengubah cara berpakaian, dan mendapat respon dari sekitar, dan tentunya dari orang tua. Rindu saat masih aktif mengikuti daurah di sini, daurah di sana, bahkan lintas provinsi. Ah... tahukah? Saya pun merindukan hal-hal itu.

Yeah, It's Really First Time in Beijing


Bismillahirrahmanirrahim


Waktu bukan untuk disia-siakan
Untuk sesuatu yang tak kau sukai.
Nanti kamu akan ketinggalan dengan mereka
Yang berlari lebih kencang pada jalur yang tepat.
-Daniel-


Yuk, kita jalan-jalan dulu ke China. Tepatnya ke kota Beijing. Jangan takut tersesat, ada Lisa yang menemani kita. Eh, apa? Lisa juga baru pertama kali ke Beijing? O.o

Kita sih, ke Beijing tujuannya mau jalan-jalan ya (pura-puranya sih gitu). Tetapi Lisa? Dia ke Beijing karena terpaksa. Ibunya baru saja meninggal karena insiden kecelakaan. Satu-satunya keluarganya yang masih tersisa hanyalah ayahnya, yang tinggal di Beijing. Mau tak mau, Lisa harus ke sana. Meski itu sangat asing baginya.

Bagaimana tidak asing? Mungkin sekitar 12 tahun ia tidak pernah bertemu ayahnya, sekadar berkomunikasi pun tidak. Sejak bercerai, ibunya hampir tidak pernah membicarakan ayahnya sama sekali. Tapi kemudian, dia harus hidup dengan lelaki itu, di Beijing.