Bismillahirrahmanirrahim
Apa yang sudah kamu lakukan pada saya? Sejak mengenal kamu, hari murung saya selalu penuh dengan tawa. Minimalnya, sekadar senyuman kecil.
Sejauh ingatan saya, kita hanya berbagi canda. Berbagi tawa. Berbagi bahagia. Kamu senang mengirimi saya kata-kata yang selalu membuat bibir saya melengkung, bahkan sakit perut menahan tawa. Kamu terlihat puas ketika berhasil membuat muka saya memerah.
Saya masih ingat, kamu berlari dari belakang, menyenggol bahu saya, lalu berbalik menghadap saya. Kamu julurkan lidah kamu. Kamu mengejek saya. Saya tersenyum, mengejar kamu yang sudah berlari seperti kuda. Ya, larimu seperti kuda. Bahkan saya tidak pernah bisa menyaingi larimu ketika saya tantang kamu balap lari bersama.