Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Gelisah

Bismillahirrahmanirrahim


Apa yang Agan semua banyangin soal get a job? Dapet kerjaan yang prestisius? Diterima di bidang yang sesuai passion? Atau kerja apa aja deh yang penting halal dan gak nganggur? Kayaknya, semua orang juga bakalan jawab; pengen dapet kerjaan di tempat yang lumayan prestis, di bagian yang sesuai dengan passionnnya, dan yang pasti halal. Yah, itulah impian semua orang. Termasuk saya.

Pada awalnya, saya yang hanya iseng ngikutin rekrutmen pegawai yang diadakan oleh perusahaan tempat saya bekerja sekarang, sebenernya sudah siap-siap aja kalau nantinya bakal ditempatkan pada bagian yang sama sekali bukan passion saya. Karena di lamaran saya, saya memang melamar untuk posisi pegawai pemeliharaan. Yang artinya, saya bakalan berkutat dengan bidang teknik, hal yang sama sekali gak saya minati, gak saya sukai, dan yang paling sulit saya mengerti apalagi kuasai.

Yuk Dicukur!



Bismillahirrahmanirrahim


Rabu lalu, tepat sehari setelah lewat selapan (usia bayi 35 hari dalam hitungan Jawa), saya memutuskan untuk melakukan suatu perubahan mulia pada Wawa. Time to cukuuuuurrr!!! xD

Sebelumnya, saya sempet bimbang juga. Enaknya dicukur gak ya ini rambut anak saya yang indah dan hitam lebat sedari lahir ini? Kakak Ipar menyarankan sih gak usah digundul, cukup dicukur dikit aja. Ya soalnya anaknya dia semuanya gak digundul. Awalnya saya sih setuju aja. Dengan tekad yang kuat, saya gak akan menggunduli kepala anak saya.

Tapi setelah saya cari tahu, bahwa ternyata ada sunnahnya menggundul rambut bayi pada hari ke-7 atau saat aqiqah, saya mulai berubah pikiran.

Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuhnya, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5: 12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Welcome, My Baby Girl



Bismillahirrahmanirrahim


She’s a month now! Masha Allah

Sama sekali gak terasa, bahwa ternyata dia sudah satu bulan ada di dunia ini. Waktu terasa cepat banget berlalu.

Rasanya, seperti baru kemarin saat saya dan istri berkunjung ke dokter kandungan untuk pertama kalinya pada malam tahun baru, dan mendapati hasil kandungan yang masih kosong. Rasanya juga baru saja, saat saya mulai merasakan repot karena istri sering mual-muntah gak karuan sampai usia kandungannya 4 bulan.

Actually, saya pengen banget dari kemarin-kemarin itu nulis di blog ini, sekadar ‘mengabadikan’ momen-momen kehamilan istri saya dalam tulisan. Tapi emang sayanya yang pemalas, akhirnya blog ini pun terbengkalai selama ratusan tahun.

Pun saat anak saya lahir, pengennya segera nulis, posting ke blog. Kenyataannya, pasca kelahiran adalah saat-saat paling repot dan paling melelahkan tapi menyenangkan, hingga satu bulanan ini. Kalau saya gak bertekad kuat untuk nulis, mungkin selamanya saya gak akan nulis lagi. Bahkan opsi untuk menonaktifkan blog sudah pernah terpikir di otak saya.