Bismillahirrahmanirrahim
I won’t let time erase one bit of yesterday
Cause I have learned that nobody can take your place...
-Mariah Carey-
Malam ini, saya kembali mengingat
kalian. Kenangan-kenangan yang pernah kita abadikan bersama, satu persatu saya buka.
Di sana ada tawa. Ada saat di mana kepala kita seperti diputar-putar, lalu
ternyata di depan kita adalah sebuah tembok yang tak berpintu. Ada saat di mana
kita usai menghapus keringat sebab lelah yang membawa bahagia. Boleh kan, saya
kembali mengingat masa-masa itu? Masa yang sebenarnya baru sebentar kita lepas
di belakang. Masa yang hanya mengizinkan kita sebentar saja bersama. Namun
bagaimanapun juga, kenangan telah tertulis. Tentang kita.
Saya ingat saat pertama kali kaki
ini menginjakkan kaki di asrama itu. Berjuta perasaan aneh mendera saya. Takut,
nervous, mual, gemetar, dan
sebagainya. Sebab saat itu semuanya masih sangat abu-abu. Pertama kali melihat
kalian pun, saya seperti, “Oh gosh!
Apakah saya akan bisa akrab dengan makhluk-makhluk ini nantinya?”
Saat memasuki kamar itu pertama
kalinya, yah, saya nervous bukan
main. Bertemu dengan wajah-wajah baru, yang akan melalui dua bulan ke depan dalam
satu ruangan. Apalagi, ingat kan, saat itu kita semua dalam keadaan botak?
Rambut yang tersisa di kepala kita, panjangnya mungkin kurang dari setengah
mili. Penampilan tersebut membuat tampang-tampang baru itu terlihat ‘sangar’ di
mata saya. Dan, untuk pertama kalinya, saya akan sekamar dengan empat orang
Sumatera sekaligus. Saya berpikir, komunikasi mungkin akan sedikit ada
ganjalan, karena saya sendiri sebenarnya kurang nyaman berbicara dalam bahasa
Indonesia secara terus-menerus.
