Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Mereka Pergi Satu Persatu



Bismillahirrahmanirrahim


Kullu nafsin dzaiqatul maut, setiap yang berjiwa pasti akan mengalami mati. Begitulah sunnatullah. Tidak mungkin kita mengelak dari kematian. Ia tidak akan bisa kita hindari, meski kita berlindung di balik benteng yang tinggi dan tebal sekalipun. Ia tidak akan bisa dimajukan, ataupun dimundurkan. Setiap kita, ‘dihantui’ oleh limit kehidupan itu. Tidak bisa tidak.


Baru kemarin pagi, saat sahur, tiba sebuah kabar duka. Seorang sahabat baik istri saya meninggal, setelah sebelumnya sakit, hingga dinyatakan koma. Ternyata takdir berkata lain. Saat orang lain tengah sahur, ia justru meninggalkan dunia yang fana ini menuju keabadian.

Imam 'Flash'


Bismillahirrahmanirrahim


Tahu Quicksilver kan? Itu tuh, karakter di komik Marvel yang memiliki kemampuan begerak super cepat. Iya bener, yang kemaren muncul di film Avenger terbaru itu!

Ceritanya nih, Pak Imam di masjid desa saya, yang biasanya kalau ngimamin itu kalem banget, bacaan juga pelan-pelan, begitu shalat tarawih, dia berubah wujud jadi Quicksilver! Wow! Keren kaaaan?! Alhasil, saya jadi gak bisa sama sekali menikmati nyamannya tarawih pertama di tahun ini.
Pic: Dari Fb Pengen Jadi Baik

Satu 'Atap' Kok Beda?



Bismillahirrahmanirrahim


Sudah lama sekali gak mengikuti kajian langsung di masjid. Mumpung ada waktu luang di hari Ahad, okelah ayo ngaji bareng istri. Kita pun berangkat. Alhamdulillah, kayaknya sih kajiannya baru mulai. Tapi ya mungkin gara-gara lama gak ngaji rutin, jadinya waktu satu jam saja sudah terasa lamaa banget. Sampai ngantuk-ngantuk. xD

Selesai shalat Dhuhur, kita pulang dong. Lapar pisan. Lalu tiba-tiba, istri cerita, kalau dia ketemu dengan temannya di tempat akhwat tadi. Alhamdulillah, akhirnya istri saya gak bakal sendirian lagi kalau ngaji di tempat akhwat. Seenggaknya ada yang dia kenal.


Dan sampailah pada cerita yang membuat saya agak mengernyitkan dahi.

SMS (yang Ternyata) Alay


Bismillahirrahmanirrahim


Kemarin, istri buka-buka hape saya. Lihat-lihat history smsnya. Dia nungguin lamaa banget sampai akhirnya ketemu dengan apa yang dia cari. Ternyata, dia pengen baca lagi sms-sms pertama kita. Berarti sms tahun lalu. Wew….

Setelah ketemu dengan apa yang selama ini ia cari (halah!), kita pun ngakak baca sms-sms awal kita. Ya ampun, geli banget deh baca sms sendiri saat belum resmi menyandang status suami-istri. Ngakak juga saat baca sms yang saya kirim pertama kali pasca ijab qabul. Haha, serius itu saya yang nulis?

 Alay kaaan?? xD