Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Gelisah

Bismillahirrahmanirrahim


Apa yang Agan semua banyangin soal get a job? Dapet kerjaan yang prestisius? Diterima di bidang yang sesuai passion? Atau kerja apa aja deh yang penting halal dan gak nganggur? Kayaknya, semua orang juga bakalan jawab; pengen dapet kerjaan di tempat yang lumayan prestis, di bagian yang sesuai dengan passionnnya, dan yang pasti halal. Yah, itulah impian semua orang. Termasuk saya.

Pada awalnya, saya yang hanya iseng ngikutin rekrutmen pegawai yang diadakan oleh perusahaan tempat saya bekerja sekarang, sebenernya sudah siap-siap aja kalau nantinya bakal ditempatkan pada bagian yang sama sekali bukan passion saya. Karena di lamaran saya, saya memang melamar untuk posisi pegawai pemeliharaan. Yang artinya, saya bakalan berkutat dengan bidang teknik, hal yang sama sekali gak saya minati, gak saya sukai, dan yang paling sulit saya mengerti apalagi kuasai.

Setelah diterima pun, sebenernya saya sudah mempersiapkan diri untuk berkotor-kotor ria dengan gemuk dan oli, sudah ready untuk mulai pegang-pegang berbagai kunci, screwdriverpliers, dan sebagainya. Selama sekitar hampir dua bulan, saya memang mengalami hal itu, selama masa orientasi. Dan saya menikmatinya. Saat itu.

Tapi selepas dari dua bulan itu, hingga sekarang, hampir tujuh tahun kemudian, saya sama sekali tidak pernah bersentuhan secara langsung dengan hal-hal berbau teknik. Saya masih tetap  dalam direktorat yang tugas pokoknya adalah tentang keteknikan. Tapi pekerjaan langsung saya, bukan tentang itu, melainkan dalam bidang pengadministrasian saja.

Selama hampir tujuh tahun berada di perusahaan ini, saya hanya berkutat tentang surat menyurat, penjagaan barang persediaan, keluar-masuk barang, perencanaan pemeliharaan, perencanaan pengadaan barang, dan hal-hal lain tentang administrasi. Saya, sama sekali tidak pernah terjun langsung merawat sarana yang harus dipelihara di tempat kerja saya. 

Makanya, saya sangat khawatir jika ada panggilan untuk mengikuti diklat. Gak mungkin lah dalam diklat itu yang dibahas tentang surat menyurat. Pasti materi yang diajarkan adalah tentang wawasan keteknikan. Dan saya pasti akan deg-deg serr begitu pengajar mulai terlihat akan menanyai peserta diklat satu per satu. Ah, apalagi saat ujian komprehensif. Bisa langsung lemas saya dibuatnya.

Saya juga khawatir, jika suatu saat saya akan dirotasi ke bagian yang berhubungan langsung dengan hal-hal teknik. Karena saya benar-benar nol tentang itu. Entah kenapa, setiap ada materi atau bahasan yang berhubungan dengan keteknikan, saya seperti memasang sikap defensif yang ogah menerima hal itu untuk masuk ke dalam otak saya.

Pernah, suatu masa, saya mencoba untuk bener-bener membuka kepala akan hal-hal berbau teknik. I’ve tried so hard. Dan alhamdulillah jadi ngerti sedikit. Sedikiiiit sekali. Sayangnya kembali terlupakan ketika saya sudah sibuk lagi dengan pekerjaan pokok saya.

Gambar dari sini


Saya sering gelisah kalau memikirkan bagaimana karir saya ke depannya. Apakah mungkin saya akan stay di posisi saya saat ini terus? Pasti nantinya saya juga akan mengalami mutasi. Minimalnya rotasi. Dan perasaan depresif akan meneror saya saat saya mulai berpikir tentang itu.

Saya ingin berguna bagi perusahaan. Tapi tidak dalam bidang yang berhubungan dengan keteknikan. Iya saya akui, ijazah saya memang berasal dari sekolah teknik. Which is means, saat perusahaan melihat ijazah saya, saya akan dianggap sebagai aset teknik. And I can’t help it. Saya ingin berkembang dalam bidang yang lain, selain hal-hal teknik. Mungkin, someday saya bisa ke bidang kehumasan, keuangan, kesumberdayamanusiaan, ataupun yang lain. 

Actually, mutasi, kemanapun itu, saya siap-siap saja. Toh istri pun mendukung sepenuhnya. Tapi ya itu tadi. Saya hanya gak ingin dimutasi dalam direktorat saat ini, yang akan mengisi posisi yang bertanggung jawab terhadap keteknikan.

Kemudian, saya berpikir, kalau saya begini terus, berada dalam comfy zone selama bertahun-tahun, mampukah saya berkembang? Sedangkan sekarang pegawai-pegawai baru yang direkrut perusahaan, kebanyakan adalah lulusan sarjana, yang kebanyakan tentu saja memiliki pengetahuan yang lebih baik dari saya. Bisakah saya –minimalnya- bertahan dalam perusahaan ini jika saya masih menolak untuk keluar cangkang?

Entahlah. Yang saya tahu, untuk saat ini, saya masih saja gelisah kalau berpikir tentang itu. Pekerjaan langsung yang saya hadapi, alhamdulillah, bergesekan dengan passion saya. Saya bahagia dengan pekerjaan dan posisi saat ini. Tapi posisi saya berada dalam direktorat yang sama sekali bukan passion saya. Saya pun harus sering gelisah saat melihat percakapan para petinggi di milis milik atasan saya. Hhhhh…

Mungkin saya masih harus belajar. Belajar untuk keluar dari zona nyaman. Belajar untuk menerima segala yang akan terjadi di depan. Belajar dan belajar. Bekerja dan bekerja. 

Lalu saya ingat tentang kata-kata seorang ustadz yang kebetulan saya lihat di instagram,


Rasa gelisah, tidak akan menghilangkan kemungkinan terjadinya apa yang kau takutkan di masa depan. Padahal, rasa gelisah itu telah mencuri kebahagiaanmu di hari ini. –Ustadz Ad Dariny- 

Hmm… bener juga ya. 

Maka izinkan saya untuk mencoba membenahi pola pikir mulai saat ini. Keyakinan saya sampai saat ini –dan ini yang menguatkan saya- hanya satu; segala pemberian Allah untuk saya, maka itulah yang terbaik untuk hidup saya. :)


Madiun, 291015
A.R.

1 comments :

IBU. PUPUT SULISWATI. SURABAYA

Saya atas nama Yang kini menjadi pemilik beberapa Restoran ternama di Surabaya mengatakan ”Saya dulu seperti orang gila, bahkan hendak bunuh diri, usaha saya ditipu sahabat karib dan membawa lari semua uang saya. Sayapun harus menanggung hutang supplier dari usaha kontraktor yang dibawa lari teman saya. Kesana kemari minta bantuan gak ada yang nolong. Bahkan saya sudah keliling Indonesia untuk mendapatkan atau mencari pinjaman dan dana gaib, tapi untung di ujung keputus asa’an saya bertemu dgn Bpk KH.FHATULLA HARUN yang dikenalkan oleh adik ipar saya, akhirnya bliau menawarkan bantuan Dana Gaib tanpa tumbal/resiko diawal ataupun akhir dan dari golongan putih.setelah persyaratanya dilengkapi dan ritual selesai, MENGEJUTKAN !!!, saya mendapatkan dana gaib sebesar 1 Milyar dihadapan saya. KH.FHATULLA HARUN SALAM SEJAHTERA BUAT KITA SEMUA" HUB KH.FHATULLA HARUN di nomor hp; 085217085317
KLIK=>> Pesugihan Tanpa Tumbal Asli Tahun 2017 | Uang Gaib | Dana Gaib | Uang Balik Nabi Sulaeman

 

Post a Comment