Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Be My Valentine!


            Be My Valentine…

            Suara itu kembali berdesah di telinganya. Aliran hangat nafas meraba pipinya. Gadis itu menarik nafasnya yang memburu. Susah payah ia telan ludahnya. Seluruh persendiannya terasa kaku. Jantungnya seperti dipompa melebihi kapasitas.

            Kini, sosok itu berada di depan Gita. Mata itu… Itu bukan mata yang selama ini Gita lihat. Itu bukan mata seseorang yang selama ini menyimpan kehangatan. Mata yang kini tengah berkilat memandanginya, seperti menyimpan sebuah misteri yang hingga detik ini, belum Gita mengerti hakikatnya.

            “You will be my Valentine, Sweetheart…” Laki-laki itu menyeringai.

            Brengsek! Kata itu hanya tertahan di kerongkongan Gita. Ia meronta. Tapi percuma, tubuhnya lemas. Ia tidak bisa bergerak. Seluruh tubuhnya seperti mati rasa.