Bismillahirrahmanirrahim
Jejak itu dia namai: luka.
Saya gak tahu harus mulai
darimana. Gak seperti biasanya, selesai membaca buku, tangan saya pasti gatel
pengen ngetik review-nya. Tapi kali
ini, saya blank. Bukan karena buku
yang saya baca ini jelek, ataupun gak menarik. Melainkan lebih karena saya speechless setelah membaca buku hijau
yang satu ini. Sebuah buku yang hadir dengan bahasa yang bening dan jujur.
Berapa banyak buku bertema
lingkungan, ataupun buku fabel dewasa yang pernah saya baca? Baru sedikit.
Dihitung dengan lima jari saja tidak lengkap. Yang paling berkesan mungkin
adalah Black Beauty, biarpun sampe
sekarang belum kelar juga bacanya. Hehe… Dan sekarang, sebuah buku bersampul
hijau dengan gambar empat orang dan seekor orang utan telah menyita perhatian
saya seharian kemarin.

