Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Gerimis Tak Selalu Menjelma Hujan


Bismillahirrahmanirrahim



Kapan ya terakhir kalinya saya baca teenlit? Beberapa bulan yang lalu? Enggak, setahun deh kayaknya, nopelnya Alvi Syahrin, Dilema. Udah lama juga ye. -_-

Dan sekarang, saya kok mau-maunya baca sebuah nopel karya kakak saya? Sebuah nopel, yang dari judul dan cover-nya terkesan cukup manis. Tapi ternyata, begitu masuk ke dalamnya dan berkenalan dengan tokoh-tokohnya, lalu mendengarkan mereka bercerita, saya baru ngeh, bahwa ternyata ini teenlit.

Sekian lama gak baca teenlit, apa yang bikin saya mau baca nopel ini? Karena kenal sama penulisnya kah? Enggak lah... Tapi iya juga. Maksudnya, saya kenal tulisan-tulisannya Kak Anita Sari. Saya juga tahu karakter tulisannya kayak gimana. Sedikit mirip lah sama tulisan-tulisan galau saya (pede akut!). xD

Aroma Kenangan di Katjoe Manis


Bismillahirrahmanirrahim


Kemarin, saya sudah puas jalan-jalan ke Ermera, di bumi Lorosa’e, ditemani Lon dan Royo. Menghirup aroma biji-biji kopi yang masih segar di dahannya, ataupun yang masih dijemur di halaman rumah Marsela dan Juanito. Berhubung tidak ada kesempatan untuk sekadar mencicipi kopi Ermera di kedai milik Juanito, saya memutuskan untuk berlayar ke Batam. Tepatnya daerah Nagoya. Di sana, saya mampir ke sebuah kafe yang sangat... hmm... sangat apa ya? Sangat kopi sekali.

Dimulai dari cat kafe yang hanya didominasi oleh unsur warna hitam dan putih, aroma biji-biji kopi dari berbagai jenis, hingga barista yang melukis latte art yang sangat cantik pada secangkir kopi yang disajikan. Di sinilah berbagai cerita itu dimulai. Tentang cinta dan kenangan yang tak pernah pergi. Dan yang pasti, tentang aroma kopi yang selalu membawa kenangan itu kembali.

Menghirup Udara Ermera, Pulang ke Lorosa'e


Bismillahirrahmanirrahim


 
Saat sang penulis, Mbak Shabrina Ws, tengah woro-woro soal cover novel barunya, saya sudah langsung ancang-ancang, “Gw harus baca!” Dan begitu bukunya terbit, saya memang langsung mendapatkannya di Gramed. Sayang dan disayang-sayangkan, belum ada keinginan kuat untuk membacanya, karena saya malah asyik sendiri sama My Stupid Boss yang saya beli barengan dengan novelnya Mbak Shabrina. -_-

Menguak Misteri Dalam Enigma


Bismillahirrahmanirrahim


Misteri dalam definisi sederhana berarti “segala sesuatu yang dirahasiakan atau tidak terjelaskan”.

Tenang, saya gak lagi ngomongin soal misteri yang berbau supranatural, paranormal, atau yang semisalnya. Misteri yang akan diomongin ini, adalah misteri-misteri yang akan coba dijelaskan dengan sains, sehingga ia tidak lagi bisa disebut misteri. :D

Oke, langsung aja. Pertama kali tertarik dengan yang namanya misteri, yaitu saat saya lagi getol-getolnya pengen tahu soal gerakan-gerakan rahasia yang mencoba menguasai dunia. Mbah Gugel membawa saya ke sebuah blog yang cukup detai membahas salah satu organisasi itu. Blog Enigma namanya. Bisa dikunjungi di xfile-enigma.blogspot.com. Dari situ, saya mulai baca tulisan-tulisan yang lain di blog itu. Saking ngefansnya, saya sampai subcribe email, biar kalau ada postingan baru, saya bisa cepet tahu karena ada pemberitahuan di email.

'Derita' Karyawan


Bismillahirrahmanirrahim


Galaaaauuuu!!!! Asli! Mood saya hari ini down abis!! >_<

Eh, katanya gak lagi nulis yang galau-galau di sini? Tenang, bukan galau soal merah jambu. Penyebab galau saya hari ini, adalah sebuah email dari unit sebelah, yang ngasih attachment berupa panggilan... DIKLAT! Yup, D-I-K-L-A-T!! Sebuah kata yang pasti bikin galau semua karyawan, apalagi karyawan yang modelnya kayak saya gini.

Padahal nih padahal... di situ gak ada nama saya! Lha terus? Ngapain saya jadi bad mood?? O.o

Iya ya? Ngapain musti bad mood? Saya jadi bingung... (‘_’)7

I'm Back


Bismillahirrahmanirrahim



I’m back! :D

Setelah sekian bulan blog ini gak terurus, sekarang kayaknya saat yang lumayan tepat untuk kembali menulis apa aja di rumah saya ini. Tulisan terakhir adalah Januari kemarin. Yang berarti, 2 bulan kosong dari tulisan. Lama juga ye... -___-

Sekarang, saya kembali dengan cat rumah yang baru. Sedikit renovasi di sana sini. Sekalian menghapus beberapa postingan yang mengandung unsur curcol bin galau. Karena... rumah yang ini bukanlah lagi rumah galau. Sekarang, saya bisa menuliskan apa saja; curcol keseharian alias diary, review-review buku yang udah saya baca, kesan-kesan setelah nonton sebuah film, sedikit sharing soal Islam juga, sampai posting cerpen-cerpen (kalau masih bikin sih). Semua itu boleh saya tulis di sini, gak ada yang nglarang. Kecuali satu hal; curcol galau! No way!