Bismillahirrahmanirrahim
Kullu nafsin dzaiqatul maut, setiap yang berjiwa pasti akan
mengalami mati. Begitulah sunnatullah. Tidak mungkin kita mengelak dari
kematian. Ia tidak akan bisa kita hindari, meski kita berlindung di balik
benteng yang tinggi dan tebal sekalipun. Ia tidak akan bisa dimajukan, ataupun
dimundurkan. Setiap kita, ‘dihantui’ oleh limit kehidupan itu. Tidak bisa
tidak.
Baru kemarin pagi, saat sahur,
tiba sebuah kabar duka. Seorang sahabat baik istri saya meninggal, setelah
sebelumnya sakit, hingga dinyatakan koma. Ternyata takdir berkata lain. Saat
orang lain tengah sahur, ia justru meninggalkan dunia yang fana ini menuju
keabadian.

