Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Ini Prinsip Kita


Bismillahirrahmanirrahim

Untuk kamu, yang masih ada di Tangan Allah...


Saya sering memikirkan tentang kamu. Bukan wujud kamu. Tapi lebih pada harapan tentang sikap-sikap kamu. Terutama, saat saya sedang mengalami kemunduran iman. Entah karena dunia yang terasa kian seperti magnet, hingga membuat seluruh tubuh dan pikiran terpusat padanya. Atau karena memang telah ada di titik nadir kefuturan. Rasanya, ingin sekali, di saat seperti itu, ada yang dengan lembut memijit tengkuk dan pundak saya, membuatkan saya secangkir teh hangat yang manis, tersenyum dengan lengkungan bibir paling menawan. Lalu, keluarlah dari bibir mungil itu, kilasan memori, tentang apa tujuan pernikahan kita. Ya, saya menginginkan kamu di saat-saat seperti itu. Dimana kamu akan mengatakan, “Bagaimana bahtera ini bisa sampai ke dermaga, jika nahkodanya tak bisa belajar menguasai lautan?”

Selangkah Lagi


Bismillahirrahmanirrahim

Dua minggu sebelumnya, saya udah menetapkan sebuah tanggal yang akan menjadi sejarah dalam perjalanan hidup saya. Ia akan menjadi penanda, bahwa saya benar-benar telah siap untuk menjadi ‘manusia baru’, yang akan memimpin sebuah peradaban tersendiri.

Menanti tanggal itu, membuat perut saya selalu bergolak kagak jelas. Ada takut, cemas, was-was, grogi, dan sebagainya. Tapi anehnya, saya menikmati itu semua. Bagaimana mungkin perasaan-perasaan seperti itu gak akan muncul, kalau penyebabnya adalah hal yang akan mengubah hidup kita ke depannya?

Ah, ya. Ini hanyalah sebuah cerita. Tentang pinangan yang saya haturkan pada ia yang telah bersedia melanjutkan proses singkat itu.