Bismillahirrahmanirrahim
Belakangan ini, saya merasa
sangat terpuruk. Yah, mungkin efek dari perasaan guilty yang saya ceritakan Senin kemarin. Efeknya masih terasa
sampe sekarang. Perasaan-perasaan aneh yang buruk seringkali membuat saya harus
terdiam sejenak, beristigfar, melakukan flashback,
lalu memikirkan hal apa yang harus saya lakukan ke depannya. Perasaan bersalah,
takut, was-was, tidak berguna, dan sebagainya itu belakangan begitu meneror
saya. Entah apa yang sedang terjadi pada saya.
Dan... di saat seperti inilah,
saya baru benar-benar tersadar akan satu hal: saya tidak mempunyai teman untuk
berbagi cerita. Saya sendiri. Tak ada siapapun. Mungkin, saya mengidap ke-introvert-an yang parah, hingga untuk
sekadar sharing saat saya mengalami
kemunduran saja, saya merasa tak sanggup.
Hanya Allah yang saya miliki
untuk curhat. Tapi, saya merasa, kini Dia sedang marah pada saya. Dia sedang
memalingkan Wajah-Nya dari saya. Dia sedang tidak ingin Mendengar permintaan
saya. Jika Dia saja sudah berpaling, lalu kemana lagi saya harus mencari
pertolongan?
Pada akhirnya, saya introspeksi.
Bermuhasabah. Menghisab diri sendiri. Kotoran apa saja yang sudah melekat pada
jiwa dan hati saya, hingga saya sendiri merasa jijik dengan diri saya? Banyak
ternyata. Terlalu banyak.
Sejak beberapa bulan terakhir,
sepertinya saya memang berubah. Saya jadi orang yang mungkin bagi sebagian
orang, terasa menyebalkan dan menjengkelkan. Bukan menyebalkan dan
menjengkelkan dalam artian yang lucu untuk candaan, tapi benar-benar dalam
artian yang negatif. Saya juga jadi seorang yang sangat pelupa, saya sering
menunda-nunda pekerjaan, dan banyak sekali perilaku negatif yang saya lakukan.
Ada apa dengan diri saya?
Saya ingin bertukar pikiran, tapi
seperti yang saya katakan, saya tidak punya teman. Saya ingin mengadu pada
Tuhan, tapi saya merasa Dia tak lagi sudi mendengarkan saya.
Saya ingin keluar dari semua ini.
Dari sikap-sikap negatif saya. Dari kotoran-kotoran di jiwa dan hati saya. Tapi
saya butuh dukungan. Sekali lagi, sayangnya, saya tidak punya teman.
Ah... malang sekali ya saya?
Hingga, akhirnya, hanya inilah yang bisa saya lakukan, untuk sekadar
meringankan apa yang menjadi beban di kepala dan pikiran saya akhir-akhir ini: menulis. Saya tuliskan pikiran yang
semrawut ini, saya posting di blog
yang memang merupakan satu-satunya tempat dimana saya bisa bicara apa adanya.
Saya tidak terlalu berharap, setelah membaca ini, akan ada yang meng-sms
ataupun mengirimi pesan WA, yang sekadar bertanya, “Akhi, are you okay?” Atau pun yang datang dengan uluran tulus, “We’re always share everything together. Why
don’t you let me know what bother you?” :)
Allah, The Only God, I wanna back to Your Light... Please send me someone, who
will catch me when I’m falling, lead me when I’m lost, rise me up when I’m
down, and of course, love me because of You. :’)
Ngawi, 180813

0 comments :
Post a Comment