Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Rise Me Up



Bismillahirrahmanirrahim


Belakangan ini, saya merasa sangat terpuruk. Yah, mungkin efek dari perasaan guilty yang saya ceritakan Senin kemarin. Efeknya masih terasa sampe sekarang. Perasaan-perasaan aneh yang buruk seringkali membuat saya harus terdiam sejenak, beristigfar, melakukan flashback, lalu memikirkan hal apa yang harus saya lakukan ke depannya. Perasaan bersalah, takut, was-was, tidak berguna, dan sebagainya itu belakangan begitu meneror saya. Entah apa yang sedang terjadi pada saya.

Dan... di saat seperti inilah, saya baru benar-benar tersadar akan satu hal: saya tidak mempunyai teman untuk berbagi cerita. Saya sendiri. Tak ada siapapun. Mungkin, saya mengidap ke-introvert-an yang parah, hingga untuk sekadar sharing saat saya mengalami kemunduran saja, saya merasa tak sanggup.

Hanya Allah yang saya miliki untuk curhat. Tapi, saya merasa, kini Dia sedang marah pada saya. Dia sedang memalingkan Wajah-Nya dari saya. Dia sedang tidak ingin Mendengar permintaan saya. Jika Dia saja sudah berpaling, lalu kemana lagi saya harus mencari pertolongan?


Pada akhirnya, saya introspeksi. Bermuhasabah. Menghisab diri sendiri. Kotoran apa saja yang sudah melekat pada jiwa dan hati saya, hingga saya sendiri merasa jijik dengan diri saya? Banyak ternyata. Terlalu banyak.

Sejak beberapa bulan terakhir, sepertinya saya memang berubah. Saya jadi orang yang mungkin bagi sebagian orang, terasa menyebalkan dan menjengkelkan. Bukan menyebalkan dan menjengkelkan dalam artian yang lucu untuk candaan, tapi benar-benar dalam artian yang negatif. Saya juga jadi seorang yang sangat pelupa, saya sering menunda-nunda pekerjaan, dan banyak sekali perilaku negatif yang saya lakukan. Ada apa dengan diri saya?

Saya ingin bertukar pikiran, tapi seperti yang saya katakan, saya tidak punya teman. Saya ingin mengadu pada Tuhan, tapi saya merasa Dia tak lagi sudi mendengarkan saya.

Saya ingin keluar dari semua ini. Dari sikap-sikap negatif saya. Dari kotoran-kotoran di jiwa dan hati saya. Tapi saya butuh dukungan. Sekali lagi, sayangnya, saya tidak punya teman.

Ah... malang sekali ya saya? Hingga, akhirnya, hanya inilah yang bisa saya lakukan, untuk sekadar meringankan apa yang menjadi beban di kepala dan pikiran saya akhir-akhir ini: menulis. Saya tuliskan pikiran yang semrawut ini, saya posting di blog yang memang merupakan satu-satunya tempat dimana saya bisa bicara apa adanya. Saya tidak terlalu berharap, setelah membaca ini, akan ada yang meng-sms ataupun mengirimi pesan WA, yang sekadar bertanya, “Akhi, are you okay?” Atau pun yang datang dengan uluran tulus, “We’re always share everything together. Why don’t you let me know what bother you?” :)

Allah, The Only God, I wanna back to Your Light... Please send me someone, who will catch me when I’m falling, lead me when I’m lost, rise me up when I’m down, and of course, love me because of You. :’)

Ngawi, 180813

0 comments :

Post a Comment