Bismillahirrahmanirrahim
Satu menit. Lima menit. Sepuluh menit. Setengah jam. Dan sekarang hampir satu jam. Layar microsoft word di depan saya masih kosong. Playlist yang berisi lagu-lagu slow yang saya putar bahkan sudah hampir habis. Tangan saya memang di atas keyboard, bahkan beberapa jarinya menyentuh beberapa tuts huruf. Entahlah. Antara otak, hati dan jari saya seperti tidak ada link yang menghubungkan mereka. Otak saya berpikir entah kemana, hati saya melamun tak tentu arah, imbasnya pada jari yang tak juga bergerak mengetikkan satu saja huruf di layar monitor.
Mungkin saya hanya bingung. Dan gugup. Saya mau menulis apa?
Sudah berapa lama? Mungkin hampir setengah tahun saya tidak menuliskan apa-apa di lembaran microsoft word. Kenapa? Entahlah. Awalnya, saya pikir saya hanya perlu sedikit meregangkan jari dan pikiran yang terlalu penuh dengan ide-ide yang sebenarnya –menurut saya- brilian, tapi sulit untuk dijabarkan dalam bentuk kata-kata berdiksi, yang akhirnya terangkai dalam sebuah fiksi.
Saya menikmati masa-masa itu. Betul-betul free. Seakan tidak ada beban apapun. Tapi saya mulai berpikir, memangnya aktivitas menulis selama ini saya anggap sebagai beban? Astaga… apa-apaan saya?!
Beberapa kali saya mencoba membuka layar putih, memasang jari pada kuda-kudanya. Tapi… tidak ada sepatah kata pun yang saya hasilkan. Payah.
Sementara teman-teman lain sudah sibuk promosi buku-bukunya, saya masih berdiri di tempat yang sama. Tak menghasilkan apa-apa. Nothing! Saya iri. Saya tertinggal terlalu jauh. Hati saya bergolak. Sayangnya tidak ada yang saya lakukan saat menyadari ketertinggalan saya. Saya justru dihempas dalam kesadaran berpikir, memangnya tertinggal kemana? Bukankah saya sudah memilih? Ya, saya sudah memilih, untuk sementara waktu tidak ingin berkecimpung apapun dalam dunia literatur. Saya tidak mengisi blog. Oh, untuk blog masih saya isi, tapi dengan tulisan-tulisan lama. Saya memilih beristirahat. Jadi, apa yang harus saya sesalkan? Semuanya pilihan saya sendiri.
Sekarang, saya tidak ingin berpikir apa-apa. Saya hanya ingin menjalani hidup yang seperti ini. Bukan, bukan hidup yang jalan di tempat. Saya justru sedang menikmati gejolak naik turunnya semangat. Dimana saat tak bersemangat, saya akan melakukan hal-hal yang sama sekali terkesan tak berguna. Namun saat bersemangat, saya bisa saja melesat sendirian tanpa perlu saya kendalikan. Bohong jika saya bilang bahwa yang saya butuhkan hanya waktu. Waktu kita semua sama, 24 jam. Yang membedakan adalah untuk apa waktu itu dihabiskan. Bukankah begitu? Dan yang saya butuhkan, sangat saya butuhkan saat ini, adalah pemanasan, latihan, membaca, menulis dan menulis.
Ah, ternyata hasil dari ocehan tidak jelas ini berbuah menjadi satu halaman yang hampir penuh. Alhamdulillah… Biarpun selalu saja, pembicaraan jadi ngalor ngidul tanpa topik yang jelas. Terserahlah. Yang penting saya bahagia, membiarkan ini kembali menjadi sebuah awal. :)
Madiun, 09 April 2012
Sendirian di kamar kost yang hangat (mm… sedikit sumuk sebenernya)
2 comments :
melu bingung ^^
Wehehe. Idem. Paling benci kalau udh mau nulis tp layar word tetep aja kosong. Akhirnya malah nulis ocehan gak jelas, tp itu melegakan.. :-)
Post a Comment