Bismillahirrahmanirrahim
Lempuyangan. Saya kembali menginjakkan kaki di sini. Tepat saat senja mulai memudar. Bukan untuk rekreasi, atau sekadar travelling. Saya kembali ke sini untuk satu tujuan 'mulia', menunaikan kewajiban bagi seluruh pegawai perusahaan saya: DIKLAT.
Saya gak pernah pengen menjalani satu hal ini. Tapi apa mau dikata. Kewajiban tetap kewajiban. Biarpun saya berkelit dan bisa menghindar untuk saat ini, someday -entah kapan- tetap saja saya akan mendapat panggilan lagi, dan mungkin saat itu saya gak bakal bisa lagi mengelak.
Yah, apa boleh buat. Lebih cepat lebih baik. Itu pikir saya. Mending saya diklat dari sekarang, biar ntar bisa sedikit berleyeh-leyeh ria. Daripada diklat nanti-nanti yang belum pasti waktunya, dan perasaan masih 'dihantui' oleh jadwal yang belum pasti itu, bikin gak tenang.
So here I am. Di asrama, dengan 4 orang dari Sumatera dan 1 orang dari Yogya. Kalau sekarang sih, saat saya menulis ini, saya sendirian di kamar. Penghuni yang lain sedang keluar, mumpung masih boleh. Selain itu... hmmm... kenapa tiap saya menginjakkan kaki di asrama ini untuk memulai sebuah diklat, saya langsung sakit?
Tahun 2009 lalu, untuk mengikuti diklat dasar, begitu nyampe sini, saya masuk angin beberapa hari. Sekarang, untuk mengikuti diklat fungsional, kayaknya maag saya kambuh. Perut mual, nafsu makan ilang, pengen muntah kalau lihat makanan, plus kepala pening.
Selain itu, satu hal yang saya benci banget dari diri saya. Saya selalu nervous tiap ketemu dengan teman baru, lingkungan baru, pokoknya suasana yang serba baru. Saya selalu nervous gak jelas tiap 'dipaksa' untuk keluar dari comfy zone saya.
Saya gak pernah bisa santai tiap menghadapi hal baru. Nervous mungkin wajar, kalau memang porsinya 'sewajarnya'. Sedangkan nervous saya ini keterlaluan kayaknya. Mana ditambah dengan kondisi fisik yang lagi lemah pula. Makin gak karuan nih mood saya.
Saya ngrasa pengen pingsan aja, dan pulang lagi kalau nyadar semua yang saya hadapi ini adalah suasana baru. Haha... lebay ya? Gak tahu lah. Itu yang selalu saya rasakan. Pengecut ya?
Tapi, ini adalah sesuatu yang memang harus saya hadapi. Mau gak mau. Saya percaya, ini proses pendewasaan saya. Sehingga saya harus tetap bertahan di sini, mengesampingkan semua hal yang saya anggap mengganggu pikiran saya. Yang pasti, hanya 1 harapan saya saat ini. Semoga waktu berputar cepat, biar masa 2 bulan ini lekas terlewati, dan saya bisa keluar dari sini dengan perasaan bebas. Hehe... :D
Lempuyangan. Saya kembali menginjakkan kaki di sini. Tepat saat senja mulai memudar. Bukan untuk rekreasi, atau sekadar travelling. Saya kembali ke sini untuk satu tujuan 'mulia', menunaikan kewajiban bagi seluruh pegawai perusahaan saya: DIKLAT.
Saya gak pernah pengen menjalani satu hal ini. Tapi apa mau dikata. Kewajiban tetap kewajiban. Biarpun saya berkelit dan bisa menghindar untuk saat ini, someday -entah kapan- tetap saja saya akan mendapat panggilan lagi, dan mungkin saat itu saya gak bakal bisa lagi mengelak.
Yah, apa boleh buat. Lebih cepat lebih baik. Itu pikir saya. Mending saya diklat dari sekarang, biar ntar bisa sedikit berleyeh-leyeh ria. Daripada diklat nanti-nanti yang belum pasti waktunya, dan perasaan masih 'dihantui' oleh jadwal yang belum pasti itu, bikin gak tenang.
So here I am. Di asrama, dengan 4 orang dari Sumatera dan 1 orang dari Yogya. Kalau sekarang sih, saat saya menulis ini, saya sendirian di kamar. Penghuni yang lain sedang keluar, mumpung masih boleh. Selain itu... hmmm... kenapa tiap saya menginjakkan kaki di asrama ini untuk memulai sebuah diklat, saya langsung sakit?
Tahun 2009 lalu, untuk mengikuti diklat dasar, begitu nyampe sini, saya masuk angin beberapa hari. Sekarang, untuk mengikuti diklat fungsional, kayaknya maag saya kambuh. Perut mual, nafsu makan ilang, pengen muntah kalau lihat makanan, plus kepala pening.
Selain itu, satu hal yang saya benci banget dari diri saya. Saya selalu nervous tiap ketemu dengan teman baru, lingkungan baru, pokoknya suasana yang serba baru. Saya selalu nervous gak jelas tiap 'dipaksa' untuk keluar dari comfy zone saya.
Saya gak pernah bisa santai tiap menghadapi hal baru. Nervous mungkin wajar, kalau memang porsinya 'sewajarnya'. Sedangkan nervous saya ini keterlaluan kayaknya. Mana ditambah dengan kondisi fisik yang lagi lemah pula. Makin gak karuan nih mood saya.
Saya ngrasa pengen pingsan aja, dan pulang lagi kalau nyadar semua yang saya hadapi ini adalah suasana baru. Haha... lebay ya? Gak tahu lah. Itu yang selalu saya rasakan. Pengecut ya?
Tapi, ini adalah sesuatu yang memang harus saya hadapi. Mau gak mau. Saya percaya, ini proses pendewasaan saya. Sehingga saya harus tetap bertahan di sini, mengesampingkan semua hal yang saya anggap mengganggu pikiran saya. Yang pasti, hanya 1 harapan saya saat ini. Semoga waktu berputar cepat, biar masa 2 bulan ini lekas terlewati, dan saya bisa keluar dari sini dengan perasaan bebas. Hehe... :D
Yogya, 040912
1 comments :
2 bulan? wow... :D
Post a Comment