Bismillahirrahmanirrahim
Tahu Quicksilver kan? Itu tuh,
karakter di komik Marvel yang memiliki kemampuan begerak super cepat. Iya
bener, yang kemaren muncul di film Avenger terbaru itu!
Ceritanya nih, Pak Imam di masjid
desa saya, yang biasanya kalau ngimamin itu kalem banget, bacaan juga pelan-pelan,
begitu shalat tarawih, dia berubah wujud jadi Quicksilver! Wow! Keren kaaaan?! Alhasil,
saya jadi gak bisa sama sekali menikmati nyamannya tarawih pertama di tahun
ini.
Ramadhan tahun ini jelas sangat
berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya karena sekarang
saya sudah gak jomblo lagi, bukan juga hanya karena sekarang saya gak lagi buka
dan sahur bareng Bapak, Ibu dan adik saya. Tapi juga karena suasana tempat
tinggal sekarang yang jauh berbeda dengan yang dulu. Berasa sekali perbedaannya.
Ya itu, terutama ya di bagian shalat tarawihnya itu!
Sebelumnya, kata istri saya,
shalat tarawih di masjid desa ini pakai yang 11 rakaat saja. Saya agak tenang.
Karena kalau 11 rakaat, biasanya kalau di Masjid Agung Ngawi, bacaannya
pelan-pelan, sehingga ibadahnya juga bisa tenang. Tapi ternyata…. Zonk, Saudara-saudara! Di sini shalatnya
23 rakaat!
Oke, bukan jumlah rakaat shalatnya
yang jadi perhatian saya. Mau shalat tarawih dengan rakaat berapapun terserah.
Gak ada batasan. Yang jadi sorotan saya, ya di speed-nya itu loh! Saya kaget, Pak Imam yang biasanya kalau
ngimamin itu pelan, bisa juga mempercepat bacaan dan gerakannya. Haduh, berasa
gak shalat di masjid dengan imam seorang yang mengerti tajwid nih. Speed melesat ke 10 Mbps! Saya sampai
ngos-ngosan mengejar gerakan Pak Imam. Sempat mau lupa untuk salam juga, gegara
saya belum selesai tasyahud, dan Pak Imam sudah takbiratul ihram lagi untuk
mulai shalat yang baru. Seumur-umur, baru sekali ini saya shalat tarawih 23
rakaat dengan speed yang aduhai.
Mungkin, bagi sebagian orang,
kecepatan Pak Imam di sini masih gak ada apa-apanya. Karena saya sering denger
juga, di daerah lain banyak yang jauh lebih cepat dari Pak Imam Quicksilver. Mungkin,
tandingannya Pak Imam Quicksilver. Imam-imam Flash. Wih.
Saya gak bisa bayangin, dapet
tuma’ninah dari mana kalau imamnya jadi Flash atau Quicksilver gitu? Wow,
sedangkan baru yang seperti saya alami aja, saya sudah ngos-ngosan dan hampir
gak bisa tuma’ninah. Kalau gak tuma’ninah, gak sah dong shalatnya?
Next tarawih, mungkin saya akan cari masjid lain yang speed-nya gak sampai tingkat dewa
begitu. Kemampuan bergerak saya belum secepat para imam Flash ataupun
Quicksilver yang kece badai. Karena tujuan saya tarawih adalah menghidupkan
malam Ramadhan dengan shalat sunnah, yang dilakukan dengan penuh ketenangan.
Bukan dilakukan dengan kecepatan. Allahul
musta’an…
Magetan, malam 1
Ramadhan 1436H

1 comments :
Pernah sekali dapat yang kayak gini. Masjid dekat rumah banget. Dan, semenjak itu, nggak pernah ke sana lagi...
Post a Comment