Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Imam 'Flash'


Bismillahirrahmanirrahim


Tahu Quicksilver kan? Itu tuh, karakter di komik Marvel yang memiliki kemampuan begerak super cepat. Iya bener, yang kemaren muncul di film Avenger terbaru itu!

Ceritanya nih, Pak Imam di masjid desa saya, yang biasanya kalau ngimamin itu kalem banget, bacaan juga pelan-pelan, begitu shalat tarawih, dia berubah wujud jadi Quicksilver! Wow! Keren kaaaan?! Alhasil, saya jadi gak bisa sama sekali menikmati nyamannya tarawih pertama di tahun ini.
Pic: Dari Fb Pengen Jadi Baik


Ramadhan tahun ini jelas sangat berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya karena sekarang saya sudah gak jomblo lagi, bukan juga hanya karena sekarang saya gak lagi buka dan sahur bareng Bapak, Ibu dan adik saya. Tapi juga karena suasana tempat tinggal sekarang yang jauh berbeda dengan yang dulu. Berasa sekali perbedaannya. Ya itu, terutama ya di bagian shalat tarawihnya itu!

Sebelumnya, kata istri saya, shalat tarawih di masjid desa ini pakai yang 11 rakaat saja. Saya agak tenang. Karena kalau 11 rakaat, biasanya kalau di Masjid Agung Ngawi, bacaannya pelan-pelan, sehingga ibadahnya juga bisa tenang. Tapi ternyata…. Zonk, Saudara-saudara! Di sini shalatnya 23 rakaat!

Oke, bukan jumlah rakaat shalatnya yang jadi perhatian saya. Mau shalat tarawih dengan rakaat berapapun terserah. Gak ada batasan. Yang jadi sorotan saya, ya di speed-nya itu loh! Saya kaget, Pak Imam yang biasanya kalau ngimamin itu pelan, bisa juga mempercepat bacaan dan gerakannya. Haduh, berasa gak shalat di masjid dengan imam seorang yang mengerti tajwid nih. Speed melesat ke 10 Mbps! Saya sampai ngos-ngosan mengejar gerakan Pak Imam. Sempat mau lupa untuk salam juga, gegara saya belum selesai tasyahud, dan Pak Imam sudah takbiratul ihram lagi untuk mulai shalat yang baru. Seumur-umur, baru sekali ini saya shalat tarawih 23 rakaat dengan speed yang aduhai.

Mungkin, bagi sebagian orang, kecepatan Pak Imam di sini masih gak ada apa-apanya. Karena saya sering denger juga, di daerah lain banyak yang jauh lebih cepat dari Pak Imam Quicksilver. Mungkin, tandingannya Pak Imam Quicksilver. Imam-imam Flash. Wih.

Saya gak bisa bayangin, dapet tuma’ninah dari mana kalau imamnya jadi Flash atau Quicksilver gitu? Wow, sedangkan baru yang seperti saya alami aja, saya sudah ngos-ngosan dan hampir gak bisa tuma’ninah. Kalau gak tuma’ninah, gak sah dong shalatnya?

Next tarawih, mungkin saya akan cari masjid lain yang speed-nya gak sampai tingkat dewa begitu. Kemampuan bergerak saya belum secepat para imam Flash ataupun Quicksilver yang kece badai. Karena tujuan saya tarawih adalah menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat sunnah, yang dilakukan dengan penuh ketenangan. Bukan dilakukan dengan kecepatan. Allahul musta’an


Magetan, malam 1 Ramadhan 1436H

1 comments :

Pernah sekali dapat yang kayak gini. Masjid dekat rumah banget. Dan, semenjak itu, nggak pernah ke sana lagi...

 

Post a Comment