Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Sebuah Prolog


Bismillahirrahmanirrahim



Aku tidak akan bicara tentang cinta
Tapi ini tentang sebuah tanggung jawab
Bukan sebab dosa
Mungkin karena doanya
Aku memilihnya, dan tak akan melepaskannya
Bahkan jika Tuhan bersikeras merebutnya
Ah... tapi aku bisa apa?
Jika Dia sudah bertitah, semua Kata menjadi nyata

Lelaki itu diam seraya memandangi wajah tirus di hadapannya. Cantik, meski tanpa polesan make up apapun. Perlahan, lelaki itu mendekat dan duduk di samping perempuan yang tampak sangat lelap dalam mimpinya. Entahlah, lelaki itu tidak tahu pasti, apakah saat ini perempuan masih bisa bermimpi.


Ia raih tangan halus yang tergolek lemah di tepi tempat tidur. Ia tautkan jemarinya, mengisi kekosongan di sela-sela jari perempuan itu. Ia genggam tangan itu erat-erat, seakan enggan melepaskannya lagi untuk saat ini dan seterusnya. Ia bawa genggaman tangan itu ke bibirnya, lalu ia kecup perlahan. 

Matanya tiba-tiba saja memanas kala melihat mata perempuan itu bergetar. Mungkin perempuan itu akan bangun dari tidurnya. Setetes kristal cair meleleh dari matanya karena tak ia dapati perempuan itu membuka mata. Kembali ia kecup genggaman tangan itu.

“Aku memilihmu. Jangan tinggalkan aku,” ujarnya pelan dengan suara seraknya. 

Lelaki itu bangkit, lalu mendekatkan bibirnya hingga hanya berjarak beberapa senti dari telinga perempuan itu. 

“Aku mencintaimu,” bisiknya.
~O~


5 Ramadhan 1433 H

5 comments :

Wah, ini bagus banget. Adegannya. Pemilihan kata. Penutupnya.

Lanjut. xD

 

gak tau ini, tiba2 aja tercetus pengen ditulis
xD

 

membaca puisinya, aku seperti membaca perasaan seorang perempuan yang kukenal... :/

 

Post a Comment