Bismillahirrahmanirrahim
Kemarin, istri buka-buka hape
saya. Lihat-lihat history smsnya. Dia nungguin lamaa banget sampai akhirnya
ketemu dengan apa yang dia cari. Ternyata, dia pengen baca lagi sms-sms pertama
kita. Berarti sms tahun lalu. Wew….
Setelah ketemu dengan apa yang
selama ini ia cari (halah!), kita pun ngakak baca sms-sms awal kita. Ya ampun,
geli banget deh baca sms sendiri saat belum resmi menyandang status
suami-istri. Ngakak juga saat baca sms yang saya kirim pertama kali pasca ijab
qabul. Haha, serius itu saya yang nulis?
Alay kaaan?? xD
Lalu terjadilah nostalgila
(lagi). Sambil saling menatap, seolah gak percaya, bahwa orang yang dulu
manggilnya Akhi-Ukhti, antum-anti-njenengan, adalah orang yang
sama dengan yang saat ini tinggal seatap. Masya Allah… Kita masih sering takjub
dengan kuasa Allah. Dua orang yang dulunya gak saling kenal, sebelum nikah pun
hanya komunikasi seperlunya dengan bahasa yang ‘sok ikhwan-akhwat’
banget, sekarang jadi sepasang manusia yang saling menunjukkan sisi lain
dirinya masing-masing. Sisi yang benar-benar murni dirinya, tanpa ada yang
ditutup-tutupi.
Gak tahu kenapa ya, padahal
sebelumnya emang gak saling kenal, tapi begitu ijab qabul selesai diikrarkan,
kok bisa cepet langsung terasa klop ya? Istri saya malah bilang, pasca akad
nikah, dia malah merasa sudah mengenal saya selama bertahun-tahun. Masya Allah…
Awal pernikahan adalah masa yang
cukup berat. Karena ada banyak hal yang butuh penyesuaian. Tapi alhamdulillah,
kita bisa melewati itu, dan justru membuat hati kian enggan untuk terpisah.
Semoga seterusnya, dan tak akan terpisah hingga ke surga-Nya. Aamiin. Insya
Allah.
Pernikahan itu penyatuan dua
manusia yang berbeda. Ya beda jenis, ya beda isi kepala, ya beda adat
kebiasaan. Dan masing-masingnya punya kelebihan dan kekurangan. Alhamdulillah,
saya baru benar-benar bisa merasakan bahwa ungkapan itu memang benar adanya.
Dan kita berusaha untuk gak terlalu banyak komplain dengan kekurangan
masing-masing, kita lihat saja kelebihan-kelebihannya, sambil berusaha menutup atau
memperbaiki kekurangan yang bisa kita ubah untuk menjadi kelebihan.
Well… Kadang saya masih gak
percaya, bahwa ternyata saya sudah punya seseorang yang setiap malam belum bisa
tidur sebelum memeluk saya. Saya juga masih gak percaya, bahwa sebentar lagi,
Allah akan menitipkan cahaya hati, sebagai penyejuk mata dan investasi akhirat
nantinya. Insya Allah. Walhamdulillah, fa
bi ayyi ‘alairabbikuma tukadzdziban?
:’)
Magetan, 120614

1 comments :
Waaahhhhh.
Alhamdulillah. Ikut senang bacanya, Mas. Mudah-mudahan, segalanya lancar, ya, Mas, hingga hari H. Insya Allah.
*ikut seneng beneran* *terharu*
Post a Comment