Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Tentang Tiga Manusia


Bismillahirrahmanirrahim



Tentang tiga manusia yang jatuh cinta, cemburu, patah hati, tertawa, sakit dan kehilangan.
Tentang tiga manusia yang mengharapkan hal paling utopis: selalu bersama tanpa ada yang terluka.
Ini tentang dilema; tiga cerita untuk satu rasa.

Alhamdulillah, buku ini nyampe hari Sabtu kemarin, dan langsung saya lahap habis selama hari Lebaran ini. Hehehe... gak ada kerjaan sih. :p

Seperti yang ditulis di sinopsis back cover-nya, buku ini bercerita tentang tiga manusia. Estrella, Kira dan Adri. Tiga remaja yang ‘dipertemukan’ dalama sebuah kerja kelompok. Yang awalnya saling canggung, namun setelah melalui suatu hal, mereka justru seperti tak terpisahkan.

Namun satu hal yang perlu diingat. Kira menyukai Adri. Singkat cerita, mereka jadian. Tetapi Adri gak ingin hal tersebut merusak persahabatan mereka. Jadilah, dalam setiap kencan Adri dan Kira, Estrella selalu ‘dipaksa’ untuk ikut. Yah, bisa ditebak. Hal itu yang akhirnya memicu konflik demi konflik di novel ini.

[Masih] Tentang Aleya


Bismillahirrahmanirrahim



“Kamu harus menerima. Popularitasmu sudah menurun drastis, Aleya!”

Kalimat itu masih menggema di telinga Aleya. Ia pejamkan matanya rapat-rapat. Untuk saat ini, setidaknya, ia sama sekali tidak ingin mendengar kalimat itu terus berulang di kepalanya. Memberinya vonis yang mengerikan. Ia tidak lagi setenar dulu.

Aleya bangkit dari tempat tidurnya, ia lempar selimut putih yang sedari tadi membungkus tubuhnya. Kini ia duduk di depan meja rias. Ia pandangi wajah kuyu yang terpantul dari cermin besar di depannya. Aleya terdiam. Wajah itu cantik. Masih terlihat muda meski sejak tiga tahun yang lalu usianya telah berkepala tiga. Rambutnya lurus karena smoothing rutin yang ia lakukan. Wajahnya tirus, sedikit kurus bila dibandingkan dengan wajahnya tahun kemarin. Astaga! Ada satu hal yang terluput dari Aleya. Kantung matanya bertambah jelas.

Tapi ia hanya diam saja. Hanya memandangai pantulan dirinya. Benarkah ia tak lagi setenar dulu? Yah, setidaknya, penjualan dua album terakhirnya sudah cukup membuktikan bahwa ia mulai ditinggalkan.

Aleya, Luka dan Bahagia


Bismillahirrahmanirrahim



Bergumam sendiri dalam sepi yang jahat. Menekuri daun-daun mapel yang renta dan jatuh satu-satu. Itu hanya pada saat, sebelum kutahu gadis itu bernama Aleya.

Aku bukan seorang penguntit. Aku hanya senang mengabadikan momen-momen berharga dengan sebuah benda persegi yang selalu tekalung di leherku. Begitu pun saat aku bertemu dia. Di sebuah taman yang tak banyak orang tahu. Ia duduk sendirian di sebuah bangku yang penuh dengan guguran daun-daun, tampak menulis sesuatu di sebuah buku putih di pangkuannya. Aku mengamatinya dari pintu masuk taman yang tampak tak terawat itu.

Dari sisi itu, aku bisa melihat wajah tirusnya dari samping. Kulit wajahnya langsat, hidung yang mancung dan runcing, dengan bibir tipis namun ranum. Matanya sedikit sipit. Ah... ya, matanya. Mata itu basah. Beberapa kali kulihat tetes-tetes air jatuh dari mata itu, membasahi kertas yang ia gunakan untuk menulis. Kenapa?

Nyamannya Internet Banking


Bismillahirrahmanirrahim



Gak tahu, layanan ini sudah jalan berapa bulan. Soalnya baru bulan kemaren saya nyadar, kalau ada tambahan di layanan transfer di internet banking-nya BNI. Kalau dulu, untuk transfer ke lain bank, kita cuman disuguhin sama layanan Kliring dan RTGS, sekarang ada 1 lagi layanan. Namanya, Transfer Online.

Apaan itu Transfer Online? Ternyata oh ternyata, setelah saya telusuri, selidiki dan investigasi mendalam (halah!), layanan Transfer Online sama dengan layanan transfer di ATM bersama! Maksudnya, kita bisa transfer ke bank lain yang tergabung dalam ATM bersama, via internet banking BNI, dengan charge cuman 5 ribu perak tok! Asyik gak tuh?? :D

Impian saya jadi kenyataan.  Hehe... Kalau pernah baca postingan saya yang ini, pasti ngerti dah uneg-uneg saya soal ber-internet banking.

Nyesel Berat


Bismillahirrahmanirrahim


Hari ini saya ‘terpaksa’ jalan-jalan ke Gramed, setelah lama gak pake banget saya gak menyambangi bookstore itu. Niatnya sih cuman jalan-jalan, lihat-lihat doang. Kalau toh ntar ada yang menarik ya boleh lah bawa ke kasir, tapi 1 aja. :P

Nyatanya, saya malah nyari-nyari buku salah satu nama penulis yang beberapa karyanya pernah difilmkan. Apalagi saya sering lihat di Twitter, banyak yang ngetwit bahwa setelah baca buku penulis itu, mereka nangis-nangis karena tulisannya mengandung banyak banget hikmah. Saya penasaran jadinya.

12th Day


Bismillahirrahmanirrahim


Dua hari saya lalui tanpa buka laptop di malam hari.  Sekarang pun sebenernya juga pengennya gitu. Tapi ntar diary Ramadhan saya bolong lagi. Kan gak enak. =,=

Kenapa sih, saya kok kekeuh dengan diary Ramadhan, padahal belom tentu ada yang baca? :p

Soalnya, untuk melatih manajemen waktu saya aja. Dan yang paling penting, latihan nulis apa aja setiap hari. Di luar Ramadhan, saya nulis pas waktu saya emang lagi mood aja. Sedangkan kalau untuk diary Ramadhan, mau gak mau saya harus memaksa mood saya, nyari-nyari ide, dan sebagainya untuk bisa jadi bahan tulisan. Apa aja. Ya cerita, ya prosa gak jelas, ya review, ya uneg-uneg sendiri, dan lain sebagainya.

Sudah Berapa Juz?


Bismillahirrahmanirrahim


Saya ngerasa sangat tersindir saat kemarin melihat komen seorang teman di sebuah status. Dia bilang, tadarusnya dia baru sampai di Surah Ibrahim. Itu juz 13. Ya Allah, berarti saya ketinggalan banget ya. :(

Akhirnya saya ‘ngebut’, saya harus bisa ngejar ketertinggalan saya. Target saya tahun ini, minimal adalah 2 kali khatam. Tapi nyatanya di hari kesembilan, malam kesepuluh ini, saya belum nyampe juga ke separuh Al Quran. Huhuhu...

New Look


Bismillahirrahmanirrahim


Hampir seharian ini saya ngutak-ngatik blog. Cari template, edit-edit template, benerin widget, dan sebagainya. Capek banget duduk seharian di depan laptop! (_ _”)

Saya sudah coba template A, ada yang saya gak suka. Lalu upload template B. Gak suka lagi. Upload lagi, sampe akhirnya pilihan saya jatuh ke template yang ini. Fiuhhh... perjuangan panjang untuk memutuskan template.

Ada satu hal yang saya pengen banget ada di blog saya. Musik autoplay. Norak ya? Hahaha... Gapapa, saya pengen aja. Tapi sayangnya, keinginan saya ini sulit sekali terealisasi. Gak tahu kenapa, tiap saya copas kode html dari musik yang saya pengen, blogger saya gak mau nge-save. Adaaa aja alasannya. Yang ‘Url mengandung karakter tidak sah’ lah, yang ‘Widget bermasalah’ lah, apa lah. Sampe mumet saya.