Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Besok Puasa Gak???


Bismillahirrahmanirrahim



Pagi tadi, saya sengaja keluar dan memandangi sebentar langit pagi. Karena saya pikir, ini terakhir kalinya saya bisa memandangi langit di pagi hari bulan Ramadhan. Saya juga bertekad hari ini bakalan lebih maksimal dalam ibadah. Tapi qadarallah, malah banyak aktivitas, badan gak karuan rasanya, biarpun gak separah kemaren sore pas bersin-bersin gara-gara alergi debu. Sempet kecewa dengan diri sendiri, karena saya merasa saya belum seratus persen maksimal memanfaatkan Ramadhan tahun ini.

Saya kira, pemerintah juga akan menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Selasa besok. Tapi mengingat banyaknya para ulama dan tokoh yang dilibatkan dalam sidang itsbat, saya jadi inget kejadian tahun-tahun sebelumnya. Alhasil, ketika diumumkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu nanti, saya juga gak begitu kaget, dan jamaah langsung melaksanakan shalat Tarawih plus Witir lagi.


Ada rasa lega juga sih. Alhamdulillah, masih ada malam ini dan besok untuk memaksimalkan Ramadhan. Tapi biarpun kayaknya udah maksimal, tetep aja saya ngrasa ada yang kurang ketika Ramadhan berlalu.

Gak terasa memang. Ternyata saya sudah berada di penghujung Ramadhan. Sedih pastinya, bulan mulia ini akan pergi dan berlalu. Teringat lagi apa saja yang sudah saya lakukan selama Ramadhan. Masih banyak sekali kekurangan di sana sini, membuat saya belum puas bermesraan dengan Ramadhan. Tapi, biarpun Ramadhan pergi, semoga amalan-amalan shalih yang kita lakukan di bulan ini, bisa istiqamah kita lakukan pada 11 bulan mendatang. Semoga Allah menerima amalan-amalan kita di bulan ini, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengembalikan kita pada fitrah. Dan semoga, Allah memberi kita usia yang cukup, agar bisa bertemu lagi dengan Ramadhan di tahun depan, dengan persiapan yang jauh lebih matang daripada tahun ini. Aamiin ya Rabb


Perbedaan ‘Ied

Seakan sudah jadi ciri khas di Indonesia, bahwa pasti ada aja perbedaan dalam menentukan tanggal awal bulan-bulan Qamariyyah. Mengawali Ramadhan saja sudah ada yang beda, apalagi soal ‘Idul Fitrinya. Jamaah ini tanggal segini, kelompok ini tanggal itu, dan sebagainya. But, selama kita menghargai perbedaan dalam fiqh, saya rasa sah-sah aja itu. Karena masing-masing punya dasar yang mereka anggap tsabit / kuat. Dan kalau emang pengen saling sharing untuk mencari tahu kebenaran, atau kalau perlu berdebat, ya berdebatlah dengan cara yang baik, kata-kata yang bijak, dengan niat benar-benar mencari kebenaran tentang permasalahan yang diperdebatkan, dan bukan cuman jadi debat kusir doang yang gak menghasilkan apa-apa selain ego pada pendapat masing-masing.

Di sini saya gak pengen ngomongin soal yang Lebarannya hari ini, ataupun yang besok. Karena bagi mereka emang udah ditetapkan seperti itu. Dan itu sah-sah aja, seperti yang selalu ditekankan oleh para asatidz di negeri ini. Saya cuman pengen ngomongin yang Lebarannya manut sama keputusan Kementerian Agama, alias pemerintah.

Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Agustus nanti. Beda kan dengan Thariqat Naqsyabandiyah di Sumatera, yang udah Lebaran hari ini. Beda juga sama temen-temen Muhammadiyah yang Lebarannya besok.

Bagi yang Lebarannya besok, pasti malem ini takbiran kan ya? Nah, ini nih, yang sering dijadiin alasan sama orang-orang awam yang gak begitu paham, untuk gak puasa pada hari ketiga puluh besok. Kenapa? Mereka beralasan, “Kalau sudah terdengar suara takbir, maka sudah tidak boleh berpuasa.”

Waktu tadi ngumpul bareng saudara-saudara dari pihak Ibu, seorang Om saya juga nanya,

“Kik, Lebaranmu kapan?”

“Rabu,” jawab saya.

“Lha besok masih puasa gak?”

“Puasa dong!”

“Kan udah denger takbiran. Katanya kalau udah denger takbir, gak boleh puasa.”

“Boleh…!” Jawab saya mantap. Om saya langsung diem.

Setelahnya, saya sms ke temen saya yang masih di ma’had. Nanyain soal ‘hadits’ itu. Hasilnya, temen saya udah nanya juga ke temen-temennya yang lain, dan jawabannya sama, mereka gak ada yang tahu ‘hadits’ itu asalnya dari mana! Nah lhooo… Bagi yang tahu, tolong kasih tahu saya ya.

Lepas dari itu, ada 1 hal yang paling saya pegang ketika mengikuti ketetapan hari raya. Kata Rasulullah dari jalan Ibnu ‘Umar,

Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat hilal, dan janganlah berbuka (berhari raya) hingga kalian melihatnya juga. Bila ia tertutup oleh awan, maka hitunglah.” (Muttafaq ‘alaih)

Inilah kenapa sidang itsbat perlu dilakukan, dan ru’yatul hilal dilakukan di puluhan titik di Indonesia. Demi menemukan kepastian, kapankah Ramadhan berawal, dan kapan berakhir.

Ilmu hisab memang sudah semakin maju. Tapi demi melaksanakan perintah Rasulullah, juga dalam hal meneladani beliau dan para shahabatnya, rasanya ru’yatul hilal tetaplah perlu dilakukan untuk memastikan. Bila hilal tertutup awan, maka hitunglah. Kata ‘hitunglah’ di sini, menurut jumhur ‘ulama maksudnya adalah menggenapkannya menjadi 30 hari. Dan… inilah yang sering terjadi di Indonesia ini.

Nah, kalau Ramadhan sudah dibulatkan menjadi 30 hari, artinya besok itu masih bulan Ramadhan, hari terakhir. Sooo… besok masih puasa!

Ada temen saya yang nanya, “Lha kalo besok udah gak Ramadhan gimana? Kan dosa puasanya.”

Itu artinya dia masih ragu. Padahal sudah jelas dalam fiqh ketetapannya seperti itu. Dan ketika sudah dibulatkan menjadi 30 hari, artinya kan besok masih Ramadhan dan masih puasa. Gitu aja kok repot!

Di sini gak ada hubungannya dengan ‘hadits’ entah yang sering dibawakan sama orang-orang yang sudah saya singgung di atas. Kalau sudah dengar takbir, maka gak boleh puasa? Saya balik aja pertanyaannya ya: Lha kalau besok masih Ramadhan, siapkah menanggung dosa karena gak puasa? Sedangkan orang bisa takbir kapan aja. Kalau anak kecil yang takbir pas pertengahan Ramadhan, apa juga gak akan puasa??? Nah lhooo…

Bukan apa-apa sih, cuman sekadar ingin meluruskan pemahaman aja. Jadi bagi Bapak-bapak, Ibu-ibu, Mas-mas, Mbak-mbak, yang merayakan Lebarannya ikut keputusan pemerintah hari Rabu nanti, besok itu masih puasa yaaa… Jangan besok udah gak puasa, tapi juga gak Lebaran / shalat ‘Ied. Kalau besok gak puasa, harusnya besok shalat ‘Ied juga. Kalau besok belom shalat ‘Ied, ya puasa aja lahhh… Karena besok masih Ramadhan. :)

Allahu a’lam.


Ngawi, 290811

1 comments :

Aku ikut lebaran hari Selasa. Jujur, ragu banget waktu puasa. Terus waktu di-sms, Singapur, Malaysia, Brunei udah lebaran, akhirnya aku buka. Takut dosa. Lagian, Singapur sama Indo cuma beda beberapa jam. Paling sejam. Yaudah, akhirnya ga puasa hari ketiga puluh.

 

Post a Comment