Bismillahirrahmanirrahim
Saya bangun jam setengah 10. Hehe... Biasalah, hari Minggu, pengen dipuas-puasin istirahatnya. :D
Tapi setelah itu saya langsung beres-beres kamar. Begitu kamar sudah bersih dan kembali tertata rapi, gantian lemari baju yang saya obrak-abrik. Soalnya sudah lebih dari 2 minggu saya gak bersihin lemari. Jadinya banyak baju yang udah lumayan berantakan letak-letaknya.
Saat saya sampai ke map arsip-arsip, saya terdiam sejenak. Lalu membuka satu persatu apa yang ada dalam map. Beberapa map itu berisi ijazah-ijazah saya, daftar nilai-nilai ujian, buku-buku rapor, sertifikat-sertifikat penghargaan, sampai kartu tanda Ujian Nasional pun masih saya simpan.
Banyak sekali kenangan yang bisa saya gali dari arsip-arsip itu. Kenangan tentang masa-masa sekolah, tentu aja. Sejak masih SD, sampe STM. Kenangan tentang kebakaran yang menghanguskan ijazah SD saya, sehingga harus cari ijazah pengganti. Kenangan tentang lomba retelling story di SMP yang merupakan lomba pertama di tingkat SMP yang saya ikuti, dan saya menangkan pula. Kenangan tentang sahabat-sahabat satu team English Debate semasa STM, tentang perjalanan 12 jam dengan Sri Tanjung ke Banyuwangi untuk mengikuti LKS (Lomba Keterampilan Siswa) se-Jatim, atau pun tentang kaki saya yang dengan polos dan tanpa sadar masuk ke dalam ember berisi olie waktu di ruang praktek, tentang guru-guru, masjid sekolah, diskusi-diskusi... Ah... Semua sudah pergi.
Lalu, mata saya tertuju pada foto di rapor SD saya. Saya ketawa. Saya baru ingat, ternyata waktu masih kecil, saya imut banget. Hehe... Foto itu keliatan polos, sedikit takut, sedikit chubby, dan yang pastinya imut. Pengen saya scan ah kapan-kapan. :P
Selalu, ketika membuka arsip-arsip itu, ingatan saya seakan dibawa ke masa lalu. Masa ketika saya belum mempunyai arsip sebanyak sekarang. Masa ketika saya masih anak-anak, ataupun remaja polos yang mencari jati diri. Masa yang tidak akan pernah kembali lagi.
Take picture in your mind of your childhood room
Memorize what it sounded like when your dad gets home
Remember the footsteps, remember the words said
And all your little sister's favorite songs
I just realized everything I have is someday gonna be gone
Yah, semua sudah berlalu bagi saya. Saya gak akan lagi menjumpai saat-saat polos ketika masih anak-anak. Saat ketika saya dengan polosnya menyiapkan makan siang untuk bapak saya, menatanya rapi dalam piring, lalu menyuguhkannya dengan wajah ceria, sampai bapak saya keheranan. Atau ketika saya sering bernyanyi-nyanyi gak jelas dengan adik saya saat ini pun, someday, semuanya hanya akan tinggal menjadi arsip untuk dikenang. Someday.
Saya ingat beberapa kata yang saya baca di ruang reservasi tiket di Stasiun Madiun.
Hidup ini seperti pengemudi
Kita harus selalu melihat ke depan,
dan hanya sesekali menengok masa lalu melalu spion
Yah... Benar. Tapi itu untuk menjaga sikap optimis kita. Bagaimanapun juga, kenangan alias masa lalu adalah bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Kita bisa sampai di tahap kita berdiri saat ini, adalah karena proses yang kita alami di masa lalu. Bukankah begitu?
Ngawi, 140811

1 comments :
iya...
Post a Comment