Bismillahirrahmanirrahim
By: Amerul Rizki dan Eros Rosita
Clár memandangi wajahnya yang
memantul di atas air, di tepian danau berwarna hijau. Tanpa senyum. Wajahnya
sedikit sembab, ada guratan berwarna hitam melingkari matanya. Ia memainkan
kecipak air tanpa semangat. Kakinya tenggelam sebagian ke dalam air, rambutnya
yang merah membuat pantulan yang sangat jelas di danau itu.
Musim gugur, cuaca di sekitar kastil
Dunluce sedikit lembab. Gadis kecil itu melihat seekor kupu-kupu yang melintas
di sampingnya. Seekor kupu-kupu berwarna biru dengan garis-garis hitam di
sekitar sayap, juga badannya. Matanya yang secoklat musim gugur terkesiap-siap.
Kupu-kupu itu mendarat di rambutnya, dan ia menyukainya. Kini, ia tersenyum.
Saat kupu-kupu biru kembali mengepakkan sepasang sayap cantiknya, perlahan
menjauhi Clár, gadis itu mengejarnya. Ia berlarian di tepian danau hijau,
dengan senyum yang masih ia sungging.