Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Red Devil



Bismillahirrahmanirrahim



Hari ini, saya berkutat aja di kamar. Ditemani bed cover alias sprei, pulpen, tipe-x, dan pewarna tekstil. Tau mau ngapain? Bagi yang liat status saya hari ini, pasti tahu saya mau ngapain. Yup, saya sedang berusaha menyamarkan simbol Red Devil-nya Manchester United yang bertebaran di bed cover saya!

Pasti pada nanya, ngapain juga nih sprei saya beli, kalo ujung-ujung gambar-gambarnya saya rusak? Lah saya kan gak tahu menahu soal lambang klub-klub bola. Apalagi kemaren pas beli itu gak kelihatan gambar devil-nya. Adanya cuman tulisan Red Devil. Baca itu aja sebenernya saya udah curiga. Tapi mau gimana lagi, saya nyari bed cover warna merah biar klop sama selimutnya. Hehe…. Dan sialnya, cuman motif itu yang warnanya cocok. Yawis, saya beli aja. Sampe rumah juga gak langsung saya buka. Besoknya ato lusanya baru saya buka. Dan begitu tahu ada simbol itu, huh… pengen ngebuang aja!


Berhubung hari ini waktunya saya untuk ganti bed cover, akhirnya terpaksa itu juga yang saya pake. Tapi saya akalin, gimana caranya supaya simbol itu gak keliatan. Tadinya sempet mikir bakalan ribet juga. Soalnya lambang itu kecil-kecil dan menyebar. Pengen gak dipake aja, tapi sayang, udah beli mahal-mahal. Ya sudah, bismillah aja, ambil pulpen, dan mulailah saya coretin satu persatu matanya. Bagian tanduk setannya juga saya corat coret, biar keliatan pake topi. Jadinya malah lucu. :D

Selang beberapa saat kemudian, si Babe dateng, bawain pewarna tekstil. Cihuyyy! Makin enteng nih kerjaan. Maka, saya beralih ke pewarna tekstil itu. Saya warnain penuh bagian mata, tanduk, trisula, dan hampir semua bagian tubuh si setan merah itu saya samarkan. Hasilnya lucu juga. Malah jadi kayak kepala orang tampak samping, dengan jambul dan hidung besar. Hahaha… :D

Tapi gak apa, yang penting si setan udah gak begitu keliatan. Soalnya saya ngerasa risih, kalo misalnya ntar tidur dengan bed cover ini, rasanya kayak dikelilingin sama setan-setan. Haha… Lebay ya? Gak juga sih sebenernya, kalo kita ngerti apa maksud dari sebuah simbol atau lambang. Apalagi yang gambarnya setan.

Ini nih, sebelum saya hancurkan lambangnya. :D

Dan ini yang sesudah jadi kepala orang tampak samping. Perhatiin aja. :D



Simbol Red Devil Manchester United

Karena saya penasaran sama arti dari simbol yang dipake klub sepak bola MU ini, akhirnya saya googling aja. Dan nemu. Di kaskus.us ada thread yang membahas itu. Tapi saya juga nemuin thread serupa di situs lain, dengan kata-kata yang sama persis. Saya menduga, keduanya mungkin copy paste dari entah.

Saya copas langsung aja ya. Thread itu bilang gini:

“Pada akhir tahun 1960an lambang setan mulai dimasukkan menjadi bagian dari badge Manchester United. Setan berwarna merah yang sedang memegang Garpu Tala tepat diletakkan pada tengah logo. Menurut catatan, Matt Busby mengambil logo setan tersebut dari sebuah Klub Rugbi Salford City Reds Rugby. Logo klub rugbi tersebut juga ada gambar setannya. Logo setan merah dengan garpu tala juga ditemui pada lambang freeBSD sebuah sistem operasi berbasis Linux keluaran Berkeley Software Distribution (BSD). Silahkan anda cari pada pencarian google gambar. Setan lucu itu bernama beastie. Selain freeBSD, Berkeley Software Distribution juga memproduksi BSD daemon, biasanya software ini dikaitkan dengan email. Taukah anda apa itu daemon ? Daemon = Demon artinya Jurik atau setan.”

Di spoiler bawahnya, ada keterangan tambahan lain. Ini dia:

“Lambang setan banyak ditemukan dalam khazanah budaya barat. Selain setan beastie juga didapat lambang setan seperti Bapomet, pentagram, 666, lucifer. Kenapa begitu banyak lambang setan? Dibarat banyak sekte2 yang menyembah pada setan, di era klasik penyembahan pada setan terjadi dalam bentuk Magic, sihir, pengorbanan manusia dll. Tapi di era sekarang para penyembah setan (Satanik) bisa dalam bentuk Atheisme, Materialisme. Mereka menganggap setan sebagai mahluk yang kritis, cerdas, pemberontak dan jujur. Mereka juga sangat menjunjung tinggi Teori Darwin. Mereka masuk ke bidang Musik, Olah Raga, Film, Penerbitan, Pendidikan, dan bidang2 lain yang belum tentu terpikirkan oleh anda.
 Mereka bukanlah budaya yang baru muncul belakangan, mereka adalah budaya yang terwarisi dari jaman dulu, berasal dari ajaran paganis para penyihir dimasa Fir'aun. Ingat mereka kalah dengan Ilmu Tauhid nabi Musa. Siapa dan apa sebenarnya mereka saat ini ?
TAPI "MU" BUKANLAH KLUB ZIONIS...ini hanyalah semuah lambang yg KEBETULAN ada gambar setan merahnya..”

Semuanya saya copas aja dari sini, termasuk penekanan pada huruf besar dan bold.

Oke, izinkan saya mengupas sedikit keterangan-keterangan ini, dalam pandangan saya pribadi.

First, dari keterangan itu, kayaknya sih klub MU cuman ikut-ikutan lambangnya klub rugby itu. Oke sih, ngikut-ngikut gak masalah sebenernya. Tapi kenapa harus setan? Alasan ikut-ikutan lambang klub rugby, ataupun ikut-ikutan lambang freeBSD, bagi saya gak begitu bisa diterima. Mungkin, saya masih bisa sedikit menerima alasan di bawah ini:

“dulu ane prnah baca artikel ttg gambar setan merah dlogo MU.
klo ga salah gini, dlu emg logo MU ga ada gambar setan tp pd waktu itu adalah masa2 kebangkitan MU setelah tragedi Munich, pd waktu itu MU lg tokcer2 nya klo maen, klo tanding sering bgt menang kayak setan yg lagi ngamuk siap libas sapa aja. dr situ image "setan" muncul trus krn jersey MU yg brwarna merah maka trbentuk lah image "setan merah". krn image dah nempel maka MU memodifikasi logo klub dengan menambahkan gambar setan merah utk mempertegas image tersebut.
jd gmbar setan merah ga ada hub sama skali dgn freemason ato sebangsanya.”

(asli copas dari sini juga, termasuk bold di kalimat terakhir)

Oke-oke… Anggap aja lambang Red Devil gak ada hubungannya dengan Freemason, Zionis atau sebangsanya. Lepas dari kaitan dengan hal-hal itu, kita semua tentu tahu kan, setan itu identik dengan apa? Setan selalu identik dengan sesuatu yang buruk, jahat, busuk, sekalipun setan itu adalah ‘setan imut’ yang dinamakan Beastie. Gak usah tertipu lah sama imutnya. Karena yang namanya setan, gak akan ada yang baik, sampe kapan pun. So, kembali saya bertanya, kenapa setan harus dijadikan simbol bagi sebuah klub, organisasi, atau apapun, jika mereka tahu lambang setan mewakili kekuatan yang berpihak di mana?

Second, di sini saya gak ngomongin soal MU sebagai sebuah klub sepak bola besar lho ya. Saya juga gak ngomongin klub-klub yang lain, yang mungkin memiliki simbol serupa. Saya pun sedang gak pengen membahas tentang Freemason. Tapi yang saya tekankan di sini adalah soal simbol setan tersebut.

Seseorang yang menetapkan sebuah simbol bagi organisasinya, PASTI mengetahui dengan pasti maksud dari simbol tersebut, termasuk asal muasal simbol. Karena sebuah simbol memiliki peranan penting. Lambanglah yang akan selalu diingat orang. Kalau kita melihat sebuah simbol yang familiar, meski di bawah simbol itu gak ada keterangannya, kita sudah bisa tahu siapa sih yang punya simbol itu.

Misal, simbol salib. Dengan gampang kita akan menyatakan seseorang itu beragama Kristen atau Katolik, ketika dia memakai kalung dengan bandul berupa salib.

Simbol jauh lebih mudah diingat orang. Karena simbol pasti membawa nama sebuah organisasi ataupun kelompok itu. Nah, gak mungkin kan, orang yang membuat simbol itu asal-asalan dalam menentukan simbol?
Dan dalam kasus simbol Red Devil-nya MU, saya rasa, alasan utama bukan hanya karena mereka terlihat seperti ‘kesetanan’ ketika berlaga, melainkan ada maksud lain yang tersembunyi dari sang pembuat simbol. Allahu a’lam, saya gak mau menduga-duga apa maksudnya, karena saya sendiri belum mendapat informasi yang jelas tentang ini.

Third, simbol-simbol yang sebenarnya mempunyai arti jahat, akan dengan gampangnya kita anggap baik ketika kita familiar dengannya. Apalagi, saat yang menggunakan simbol itu adalah idola kita. Nah, di sinilah saya pengen ngomongin pendapat saya. Menurut saya pribadi, semakin seringnya karakter setan dijadikan simbol oleh organisasi terkenal, ataupun karakter itu digambarkan imut, lucu, menggemaskan, dan sebagainya, hal itu akan melalaikan kita bahwa setan adalah musuh utama kita di dunia ini.

Dalam kasus Red Devil-nya MU ini, saya sudah cukup bisa melihat, dari komen-komen yang ada, banyak yang mengatakan bahwa itu sekadar simbol yang mungkin iseng-iseng dibikin. Gak mungkin! Gak ada simbol yang bikinnya secara asal-asalan, apalagi sekadar iseng, karena simbol pasti memiliki arti di baliknya. Paradigma seperti itu, seolah sudah semakin menggampangkan arti sebuah simbol.

Simbol Bintang David misalnya. Untuk saat ini, umat Muslim masih cukup aware. Tapi semakin sering simbol itu digunakan dalam berbagai media, awareness ini saya rasa akan perlahan menghilang, dan memunculkan anggapan lain, “Halah… Lha wong cuma simbol!” Bagi mereka yang mempunyai ghirah ke-Islaman, saya rasa akan sangat membenci simbol ini. Tapi bagi yang termakan propaganda, ya itu tadi, mulai menggampangkan, atau bahkan menganggapnya sebagai simbol kebaikan.


Kesimpulan

Sekali lagi saya tegaskan, saya gak mengerti apa makna di balik simbol MU yang sebenernya. Apakah ada hubungan dengan kelompok ini atau itu, atau bagaimana, Allahu a’lam, saya gak tahu.

Saya cuman membahas implikasi sebuah simbol. Sehingga saya juga gak mendiskreditkan MU ataupun klub lain yang bermain secara profesional dan prima di lapangan. Dalam sepakbola, yang kita lihat kan permainannya di lapangan ya. Jadi ya cukup permainan itu saja yang kita sukai. Gak perlu sampe fanatik banget, hingga mati-matian membela sebuah klub ketika seseorang membicarakan simbolnya. Padahal bukan simbol itu kan yang jadi tolok ukur permainan.

Sama seperti musik. Sampe saat ini, saya masih suka beberapa lagu Beyonce. Padahal saya tahu dia istrinya Jay-Z, seorang anggota Mason yang banyak melakukan propaganda dalam musik. Tapi yang saya lihat dan suka hanyalah performa vokal Beyonce. Itupun saya masih memilih-milih lagi mana yang liriknya kira-kira aman.

So, sekali lagi sekadar mengingatkan, menyukai sesuatu itu boleh-boleh aja. Asal gak berlebihan. Suka sebatas profesionalitasnya aja. Karena gak ada kebaikan lebih yang bisa kita harapkan dari negeri Barat yang sudah semakin rusak dan sesat. Bagi umat Muslim, kita sudah punya idola terbaik sepanjang masa, yang dilihat dari sisi manapun, yang ketemu cuman kebaikannya aja. Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wassallam. :)


Ngawi, 280811

2 comments :

Kayak kepala kambing. :D
Aku juga punya bed-cover itu lagi. :/

Betul, menyukai sesuatu itu boleh-boleh aja, asal gak berlebihan. :)
*teringat taylor swift* hahahaha...
sebenernya, aku suka taylor swift, tapi ga sampe fanatik. aku juga bosan sama beberapa lagunya, aku nggak setiap hari denger lagunya. Ya, sekedar suka aja sih. :)

Dan, setuju idola umat muslim ya harusnya Rasulullah :) *berharap ketemu di mimpi*

 

wah, seru2 bahasannya :D
walah,tpi kena sindir juga nieh aku.. kekeke

reinji

 

Post a Comment