Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Sampai Jumpa, Ramadhan...


Bismillahirrahmanirrahim



Saya tidak tahu, haruskah bersedih, ataukah bahagia. Tanpa terasa, 30 hari sudah dilalui. Ramadhan pergi, bersama senja terakhir dan angin dingin bulan Agustus. Saya akan sangat merindukan suasana Ramadhan ini.

Saya akan merindukan tarawih berjamaah, dengan jumlah jamaah yang jauh lebih banyak dari sekadar shalat Isya’ biasanya. Saya akan rindu dengan ceramah-ceramah antara tarawih dengan witir. Saya akan kangen dengan sensasi lain ketika bertilawah di bulan ini. Saya akan merindukan suasana kerja yang terasa sangat nyaman selama Ramadhan. Ah… saya akan merindukan semuanya. Segala keutamaan dan keberkahan Ramadhan.


Ramadhan boleh pergi. Tapi semoga ia tetap di hati, mengistiqamahkan segala prestasi yang telah dicapai selama bulan ini, untuk diteruskan pada sebelas bulan mendatang. Semoga Allah kembali mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan. Dengan persiapan yang jauh lebih matang dalam menyambut kedatangannya. Insya Allah.

Kini, di lembar terakhir diary Ramadhan ini, saya memohon maaf, pada siapa saja yang telah menyempatkan diri singgah ke blog pribadi saya yang sederhana ini. Membaca beberapa baris kata selama beberapa menit. Pasti, di antara kata-kata yang telah saya tuliskan, baik langsung atau tidak langsung, pernah menyakiti, atau mungkin menyinggung perasaan beberapa kawan yang membaca. Saya mohon maaf atas semua itu. Meski jarang ada yang meninggalkan jejaknya berupa komen, tapi jejak di statistik dapat saya baca, dan alhamdulillah, cukup banyak yang menyempatkan mampir kemari. Maka maafkanlah segala kesalahan saya.
Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Karim…

Selamat hari raya ‘Iedul Fitri 1432 H, Saudaraku…


Ngawi, 300811

2 comments :

"Ramadhan boleh pergi. Tapi semoga ia tetap di hati." AMIIIIIIIINNN...

 

Post a Comment