Amerul Rizki

Kutuliskan apa saja. Sesukaku....

Menghirup Udara Ermera, Pulang ke Lorosa'e


Bismillahirrahmanirrahim


 
Saat sang penulis, Mbak Shabrina Ws, tengah woro-woro soal cover novel barunya, saya sudah langsung ancang-ancang, “Gw harus baca!” Dan begitu bukunya terbit, saya memang langsung mendapatkannya di Gramed. Sayang dan disayang-sayangkan, belum ada keinginan kuat untuk membacanya, karena saya malah asyik sendiri sama My Stupid Boss yang saya beli barengan dengan novelnya Mbak Shabrina. -_-

Menguak Misteri Dalam Enigma


Bismillahirrahmanirrahim


Misteri dalam definisi sederhana berarti “segala sesuatu yang dirahasiakan atau tidak terjelaskan”.

Tenang, saya gak lagi ngomongin soal misteri yang berbau supranatural, paranormal, atau yang semisalnya. Misteri yang akan diomongin ini, adalah misteri-misteri yang akan coba dijelaskan dengan sains, sehingga ia tidak lagi bisa disebut misteri. :D

Oke, langsung aja. Pertama kali tertarik dengan yang namanya misteri, yaitu saat saya lagi getol-getolnya pengen tahu soal gerakan-gerakan rahasia yang mencoba menguasai dunia. Mbah Gugel membawa saya ke sebuah blog yang cukup detai membahas salah satu organisasi itu. Blog Enigma namanya. Bisa dikunjungi di xfile-enigma.blogspot.com. Dari situ, saya mulai baca tulisan-tulisan yang lain di blog itu. Saking ngefansnya, saya sampai subcribe email, biar kalau ada postingan baru, saya bisa cepet tahu karena ada pemberitahuan di email.

'Derita' Karyawan


Bismillahirrahmanirrahim


Galaaaauuuu!!!! Asli! Mood saya hari ini down abis!! >_<

Eh, katanya gak lagi nulis yang galau-galau di sini? Tenang, bukan galau soal merah jambu. Penyebab galau saya hari ini, adalah sebuah email dari unit sebelah, yang ngasih attachment berupa panggilan... DIKLAT! Yup, D-I-K-L-A-T!! Sebuah kata yang pasti bikin galau semua karyawan, apalagi karyawan yang modelnya kayak saya gini.

Padahal nih padahal... di situ gak ada nama saya! Lha terus? Ngapain saya jadi bad mood?? O.o

Iya ya? Ngapain musti bad mood? Saya jadi bingung... (‘_’)7

I'm Back


Bismillahirrahmanirrahim



I’m back! :D

Setelah sekian bulan blog ini gak terurus, sekarang kayaknya saat yang lumayan tepat untuk kembali menulis apa aja di rumah saya ini. Tulisan terakhir adalah Januari kemarin. Yang berarti, 2 bulan kosong dari tulisan. Lama juga ye... -___-

Sekarang, saya kembali dengan cat rumah yang baru. Sedikit renovasi di sana sini. Sekalian menghapus beberapa postingan yang mengandung unsur curcol bin galau. Karena... rumah yang ini bukanlah lagi rumah galau. Sekarang, saya bisa menuliskan apa saja; curcol keseharian alias diary, review-review buku yang udah saya baca, kesan-kesan setelah nonton sebuah film, sedikit sharing soal Islam juga, sampai posting cerpen-cerpen (kalau masih bikin sih). Semua itu boleh saya tulis di sini, gak ada yang nglarang. Kecuali satu hal; curcol galau! No way!

Aneka Bentuk 'Jilbab' di Dunia Islam


Bismillahirrahmanirrahim



Jilbab. Hah... sudah lama banget saya pengen bikin tulisan soal ini. Biarpun di blog-blog lain sudah banyak banget yang membahas jilbab, mulai dari kewajibannya, sampai jenis-jenis jilbab yang dikenal oleh masyarakat. Saya gak akan membahas kewajibannya, karena sudah jelas sekali. Saya pengen membahas, apa aja sih jenis ‘jilbab’ yang dikenal oleh masyarakat muslim, baik di Indonesia maupun di dunia? Oke, iya saya tahu, ini juga udah sering dibahas. Tapi gak tahu kenapa, saya pengen aja bikin yang versi pengamatan saya sendiri. :p

Oke. Langsung aja cekidot beberapa list yang udah saya bikin. :D


Selendang Kerudung

Maksud saya, ini aslinya selendang, tapi dijadiin penutup kepala, yang dikerudungkan ala kadarnya aja di kepala. Sehingga, dengan kerudung model begini, rambut bagian depan masih akan kelihatan, leher pun gak tertutup. Tahu istrinya Gusdur kan? Yeni Wahid dan ibunya itu merupakan ‘penganut’ gaya ‘berjilbab’ model ginian. Ada juga penyanyi yang kemana-kemana pake kerudung kayak gini, tapi kadang dipadu dengan baju yang belahan dadanya rendah banget. -_-

Kenangan. Tentang Kita...


Bismillahirrahmanirrahim


I won’t let time erase one bit of yesterday
Cause I have learned that nobody can take your place...
-Mariah Carey-


Malam ini, saya kembali mengingat kalian. Kenangan-kenangan yang pernah kita abadikan bersama, satu persatu saya buka. Di sana ada tawa. Ada saat di mana kepala kita seperti diputar-putar, lalu ternyata di depan kita adalah sebuah tembok yang tak berpintu. Ada saat di mana kita usai menghapus keringat sebab lelah yang membawa bahagia. Boleh kan, saya kembali mengingat masa-masa itu? Masa yang sebenarnya baru sebentar kita lepas di belakang. Masa yang hanya mengizinkan kita sebentar saja bersama. Namun bagaimanapun juga, kenangan telah tertulis. Tentang kita.

Saya ingat saat pertama kali kaki ini menginjakkan kaki di asrama itu. Berjuta perasaan aneh mendera saya. Takut, nervous, mual, gemetar, dan sebagainya. Sebab saat itu semuanya masih sangat abu-abu. Pertama kali melihat kalian pun, saya seperti, “Oh gosh! Apakah saya akan bisa akrab dengan makhluk-makhluk ini nantinya?”

Saat memasuki kamar itu pertama kalinya, yah, saya nervous bukan main. Bertemu dengan wajah-wajah baru, yang akan melalui dua bulan ke depan dalam satu ruangan. Apalagi, ingat kan, saat itu kita semua dalam keadaan botak? Rambut yang tersisa di kepala kita, panjangnya mungkin kurang dari setengah mili. Penampilan tersebut membuat tampang-tampang baru itu terlihat ‘sangar’ di mata saya. Dan, untuk pertama kalinya, saya akan sekamar dengan empat orang Sumatera sekaligus. Saya berpikir, komunikasi mungkin akan sedikit ada ganjalan, karena saya sendiri sebenarnya kurang nyaman berbicara dalam bahasa Indonesia secara terus-menerus.

Bapak Itu...


Bismillahirrahmanirrahim



Pertama kali melihat beliau berada satu kamar dengan saya, perasaan biasa saja. Saya pikir, beliau sama lah ya dengan orang-orang lain yang seumuran dengan beliau di tempat kerja saya. Lagipula, saat itu, beliau belum terlihat terlalu tua. Kumisnya tercukur bersih, rambut di kepalanya pun hampir bersih. Saya ingat hal pertama yang saya dengar dari beliau,

“Seumur-umur baru kali ini dicukur gundul.”

Dropped Moment


Bismillahirrahmanirrahim



Waktu pelatihan tinggal 3 minggu lagi. Dua minggu ke depan adalah praktek lapangan, dengan rincian 1 minggu untuk praktek di Balai Yasa, dan 1 minggu untu praktek di Dipo. Yeah, tentu saya senang dengan segera berakhirnya pelatihan yang sangat menguras tenaga dan pikiran ini. Sebelum-sebelumnya, saya semangat dan seneng banget, karena pelajaran-pelajaran teori akan berakhir minggu ini. Setelah itu, tinggal praktek dan menunggu untuk ujian lisan. Tapi...

Pagi ini, semangat saya yang sudah saya susun secara susah payah, langsung menguap begitu saja saat sang Manager Training masuk ke kelas dan mengumumkan beberapa pemberitahuan. Yang pertama, praktek ditunda hingga hari Selasa, karena hari Senin ada arahan atau ceramah dari Dirsar. Yang kedua, adalah yang paling bikin mood saya turun drastis, nilai praktek nanti akan ditentukan oleh seorang pejabat paling killer dari Balai Yasa. Untuk bisa lulus, para siswa harus hafal mati tentang apa yang tertulis dalam lembaran checksheet harian pemeliharaan. God, he’s joking, right? Pikir saya pagi tadi.

Kenapa mood saya bisa langsung turun drastis? Pertama, karena saya gak di bagian itu, dan saya gak pernah melakukan pekerjaan itu. Saya di gudang, administrasi, gimana saya bisa disuruh untuk menghafalkan pekerjaan yang gak pernah saya lakukan? Kedua, mengingat yang akan menguji nanti adalah pejabat yang killer banget, yang pastinya siswa gak akan dibiarkan hanya menghafal checksheet itu, tapi pertanyaan pasti akan melebar kemana-mana, mengenai gangguan lah, kerusakan lah. Gimana saya bisa tahu gangguan ataupun kerusakan kalau megang kerjaan itu saja saya gak pernah?

Kemudian, sekali lagi manager itu menegaskan tentang satu hal, bahwa syarat kelulusan ada 3; nilai terori minimal 75, nilai praktek minimal 80, dan nilai kedisiplinan minimal 90. Okelah, untuk teori –alhamdulillah- sampai sekarang saya belum pernah sampai ikut remidi. Kalaupun nanti saya terjatuh dan harus remidi, insya Allah saya bisa mengerjakan itu dan mendapatkan nilai minimal. Untuk kedisiplinan, saya gak pernah neko-neko, selalu patuh peraturan dan jalur yang sudah ditetapkan. Sedangkan untuk praktek?

Gini ya, siswa cuman dikasih waktu praktek 5 hari di Dipo. Bagi mereka yang sudah biasa kerja dengan hal-hal itu, tentu saja mereka tinggal mendalami aja. Tapi bagi yang kesehariannya gak pernah melakukan hal-hal itu, praktek nanti akan menjadi sesuatu yang baru, bahkan mungkin sama sekali baru. Dan dengan waktu 5 hari itu, siswa dituntut untuk mengerti dan menghafal pekerjaan tersebut. Tekanan banget gak sih?

Minggu-minggu terakhir ini adalah minggu stress yang penuh tekanan, demi menghadapi ujian lisan, dan mendapatkan sertifikat bertuliskan huruf kapital “LULUS”. Dan nantinya, harus mengikuti lagi uji kompetensi yang akan dilakukan oleh pemerintah. Bagi yang gagal, diberi kesempatan untuk mengulang. Jika gagal lagi, konsekwensinya adalah resign.

Tapi, dengan begini, saya berpikir, mungkin Allah ingin mengatakan pada saya, bahwa inilah saatnya bagi saya untuk keluar dari cangkang comfy zone yang selama ini saya tinggali. Mungkin ini saatnya saya untuk menggali potensi yang sebenarnya ada dalam diri saya. Mungkin ini saatnya saya untuk... yah, mengerjakan banyak hal, bukan hal yang itu-itu saja.

Saya akan berusaha semampu yang saya bisa, semaksimal mungkin. Untuk mengejar kelulusan itu, tentu saja. Tapi, kalau nanti Allah berkehendak lain, saya percaya kok sama Dia, bahwa Dia gak akan membiarkan saya sendirian. Saya percaya kok, bahwa jalan rizki sudah Dia atur. Dia tahu yang terbaik buat saya. Saya cuman ikut maunya Allah aja.

Tawakkal adalah kunci bagi saya. Usaha maksimal, doa, lalu pasrah pada Yang Mengatur Hidup. Para pejabat killer dan jajaran direksi? Who are they? :)


Yogya, 041012