Bismillahirrahmanirrahim
Belakangan ini, saya merasa
sangat terpuruk. Yah, mungkin efek dari perasaan guilty yang saya ceritakan Senin kemarin. Efeknya masih terasa
sampe sekarang. Perasaan-perasaan aneh yang buruk seringkali membuat saya harus
terdiam sejenak, beristigfar, melakukan flashback,
lalu memikirkan hal apa yang harus saya lakukan ke depannya. Perasaan bersalah,
takut, was-was, tidak berguna, dan sebagainya itu belakangan begitu meneror
saya. Entah apa yang sedang terjadi pada saya.
Dan... di saat seperti inilah,
saya baru benar-benar tersadar akan satu hal: saya tidak mempunyai teman untuk
berbagi cerita. Saya sendiri. Tak ada siapapun. Mungkin, saya mengidap ke-introvert-an yang parah, hingga untuk
sekadar sharing saat saya mengalami
kemunduran saja, saya merasa tak sanggup.
Hanya Allah yang saya miliki
untuk curhat. Tapi, saya merasa, kini Dia sedang marah pada saya. Dia sedang
memalingkan Wajah-Nya dari saya. Dia sedang tidak ingin Mendengar permintaan
saya. Jika Dia saja sudah berpaling, lalu kemana lagi saya harus mencari
pertolongan?






