Beberapa hari ini, telinga saya akrab dengan nasyid dari dua munsyid manca negara. Yup, pasti sekarang udah banyak banget yang kenal sama Maher Zain. Dan yang satu lagi, mungkin di kalangan pecinta nasyid, nama Sami Yusuf juga sudah gak asing. Mungkin berhubung Ramadhan juga, selera musik saya mulai bertambah. Eh, gak juga ding. Perasaan dari dulu saya juga suka nasyid. Tapi nasyid dalam negeri dan Malaysia aja.
Maher Zain
Sudah setahun lebih saya akrab dengan musiknya Maher Zain. Awalnya sih iseng-iseng aja. Kalau gak salah inget, waktu itu saya lagi search nasyid-nasyid yang bagus. Gak taunya, di Facebook, ada sebuah fan page yang menyediakan lirik-lirik nasyid. Iseng, saya buka lirik-liriknya.
Akhirnya, nemu satu nama yang saat itu masih asing buat saya. Maher Zain. Lirik yang ditampilkan adalah For The Rest Of My Life. Saya baca sebentar. Kok kayaknya keren nih. Akhirnya, gak perlu waktu lama, saya segera ke 4shared, search, dan... muncullah daftar lagu-lagu Maher Zain. Langsung saya donwload yang For The Rest Of My Life itu.
Setelah download selesai, segera saya puter. Masya Allah... Baru pertama denger, saya langsung suka! Aransemen musiknya enak, nadanya pas, liriknya meaningfull banget. Cocok buat yang lagi galau! Hihi... Gak ding! :P
Saya langsung download semua lagu Maher Zain yang saya temui. Selain For The Rest Of My Life, saya juga langsung suka sama Insha Allah (yang jadi single), Barakallahu Lakuma, sama Open Your Eyes. Beberapa waktu kemudian, saya suka sama Awaken, Hold My Hand, The Chosen One. Lalu, Freedom diluncurkan sebagai single belakangan ini.
Pria kelahiran Lebanon, 16 Maret 1981 ini (halah, bahasa saya kok jadi kayak infotainment) juga sudah membuat album Thank You Allah dalam versi Indonesia. Liat aja single Insha Allah yang dinyanyikan ulang bareng Fadly Padi. Di lagu itu, Maher tetep nyanyi pake bahasa Inggris, sedang Fadly pake bahasa Indonesia. Tapi untuk lagu Sepanjang Hidup (For The Rest Of My Life), Maher Zain full nyanyi dalam bahasa Indonesia yang fasih.
Lagu-lagu Maher Zain mengajarkan tentang cinta kasih, perdamaian, dan kebebasan (bukan bebas ala Barat ya, tapi kebebasan bagi mereka yang tertindas). Lihat saja For The Rest Of My Life, yang berisi tentang cinta terhadap istri, namun berbalut dalam kerangka mencari ridha Allah. Lalu The Chosen One, tentang kecintaan pada Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam. Atau Thank You Allah, tentang rasa syukur kepada Allah. Lagu Palestine Will Be Free dan Freedom, berisi tentang seruan perdamaian dan kebebasan atas negara-negara yang selama ini tertindas oleh kezhaliman tirani Yahudi, Amerika, dan antek-anteknya.
Sami Yusuf
Pertama kali tau soal Sami Yusuf, waktu saya lagi iseng juga, nyari-nyari lagu Ummi. Saya melihat nama Sami Yusuf. Saya download lagunya. Eh, ternyata bukan itu yang saya cari. Akhirnya saya hapus aja.
Saya gak langsung suka sama Sami Yusuf, ketika pertama kali denger lagunya. Beda dengan Maher Zain. Mmm... Kenapa ya? Pas pertama denger salah satu lagunya, saya ngrasa suara Sami lebih mirip orang ngaji daripada orang nyanyi. Nada-nadanya pun aneh. Musiknya juga aneh di telinga saya. Gak bisa langsung masuk lah. Tapi, dua lagunya berhasil mendapat simpati saya, karena saya anggap dua lagu itu yang agak bisa masuk ke telinga.
Lagu Free, yang berisi semacam himbauan agar orang-orang memberi kebebasan pada para muslimah untuk mengenakan hijabnya. Karena hijab adalah perintah agama, ciri khas, dan mode bagi para muslimah. Saya juga suka sama Try Not To Cry yang ada sentuhan rapnya. Enak banget. Suara khas Sami yang membuat suasana jadi berasa di Timur Tengah, dipadu sama Scoutlandish (atau Outlandish ya? lupa saya!) yang ngerap, membuat lagu itu punya ciri tersendiri. Itulah dua lagu yang bisa masuk ke telinga saya.
Tapi seiring waktu, saya mulai nyari-nyari lagi lagunya Sami, belakangan ini. Di Youtube, saya nemu video You Came To Me. Saya langsung jatuh cinta sama musik dan videonya. Keren euy! Berawal dari sana, saya mulai download Healing, Mother, Hasbi Rabbi, Al Mu'allim, Supplication, I'm Your Hope, dan yang lainnya.
Mendengarkan musik Sami Yusuf, membuat saya berasa ada di Timur Tengah. Lirik-liriknya hampir sama dengan Maher Zain, berkisar seputar kecintaan dan kerinduan pada Allah dan Rasul-Nya, perdamaian, pesan-pesan moral, kasih sayang terhadap orang tua, saudara dan sesama, dan sebagainya. Meski Sami enggan menyebut musiknya sebagai musik Islami, tapi tetap saja, lirik yang ia bawakan sangat 'Islami' sekali.
Satu hal yang mengganjal saya tentang Sami Yusuf. Dia memang tinggal di Inggris, dengan orang tua dari Azerbaijan. Tapi orang tua berdarah Iran. Kita tahu dong ya, Iran itu negara apa. Yup! Negara Syiah! Syiah sudah dianggap seperti agama resmi di sana, meski dengan berbagai alirannya masing-masing. Karena bingung, saya cari lagi info tentang background agama Sami Yusuf. Dan... gak ada satu pun yang akurat. Payah dah! (_ _")
Ada yang menyebut Sami Yusuf adalah Syiah, tapi bukan Syiah Imamiyah, melainkan Syiah Sufi. Ada juga yang menyebutnya Sufi saja. Ada juga yang bilang, Sami itu Sunni. Ada pula yang bilang, Sami itu adalah Syiah yang belum tau tentang ke-Syiah-annya (maksudnya?). Hedeh... Bingung. Bahkan dalam forum orang-orang Syiah sendiri, mereka juga bingung tentang identitas agama Sami Yusuf.
Buat saya, lirik-lirik yang dibawakan oleh Sami Yusuf, jauh dari indikasi Syiah. Apalagi dalam Suplication, dia bershalawat juga pada para shahabat Rasulullah. Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadinin nabiyyil ummiyi, wa 'ala 'aali wa shahbihi wa sallim. Jelas, seorang Syiah gak akan mau mendoakan para shahabat Rasulullah. Dalam lagu Burdah, dia dan Mesut Kurtis juga berdoa atas Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali. Kita tahu dong, betapa bencinya Syiah pada ketiga Khulafaur Rasyidin, selain Ali ibn Abi Thalib. Tapi dalam forum Syiah, ada juga yang bilang bahwa Sami Yusuf adalah seorang Syiah yang sedang ber-taqiyyah.
Allahu a'lam ya. Yang penting buat saya adalah zhahirnya. Dan zhahir dari musik dan lirik-lirik Sami Yusuf jelas mengandung unsur-unsur Sunni (agama Islam pada umumnya), dan belum saya dapati liriknya yang berisi ajaran Syiah (seperti pemujaan berlebih terhadap Ahlul Bait, dan sebagainya). Masalah apa yang tersimpan dalam hatinya, biar jadi urusan dia sama Allah saja deh.
At least, saya masih tetep suka sama lagu-lagunya. Karena saya menganggap di dalamnya gak ada propaganda selain menyuarakan ajaran Islam. :)
Allahu ta'ala a'lam.
Ngawi, 030811


9 comments :
Aku ga paham tentang Syiah. :/
Kapan2 bahas dong, hehe
Oke. kapan2 saya bahas insya Allah (kalo gak kelupaan)
:P
Agak kurang elok kalau download tanpa membeli albumnya. Kecuali kalau belum beredar di Indonesia.
kenapa harus takut dg Syi'ah.. saya lahir dlm keluarga Sunni.. aktif di gerakan tarbiyah.. berteman dg teman2 Jamaah Tabligh.. sering ikut acara Muhammadiyah..tapi akhirnya saya memilih menjadi Syi'ah...
Sampai skrg gmn msh blm ketemu agama sami yusuf itu apa? Saya jg fansnya sami yusuf :)
knp org2 alergi syiah...? apa suni yg sudah pasti benar? klo mau cinta seseorang itu krn Allah yg pasti ada dlm alquran jngn krn yg lain
Waduh... Kenapa ini pada Anonim ya? Sampe ada yg nyebutin harakah2, padahal bukan itu bahasannya di sini. :)
Siapa yg tidak mencintai seseorang krna Allah? Selama dia muslim, wajib bagi kita untuk saling mencintai kan?
Pertanyaan saya: apakah Syiah itu muslim, terutama syiah imamiyah yg dari Iran itu? Karena aqidahnya jelas jauh berbeda dengan muslim pada umumnya.
Allahu a'lam. :)
syi'ah dan sufi adalah 2 hal yang berbeda sufi jelas islam sedangkan syiah wallahua'lam,
mendengar lagu2 yang dibawakan oleh sami yusuf saya rasa dia mencintai sufisme dan salah satu tokoh sufi yang dia kagumi adalah maulana jalaluddin rumi seorang tokoh besar sufi,
sami yusuf sama halnya dengan mesut kurtis yang memiliki aliran lagu nasheed spiritual tasawuf :)
jadi kesimpulan dari saya adalah in shaa Allah sami yusuf bukanlah syiah, karena syiah sama sekali bukan seorang sufi...
syiah adalah agama selain islam ....
Bagaimana dengan sekarang? Di album yg baru, ada tentang ahlul bait. Cek di :
http://bersamadakwah.net/karena-video-klip-ini-sami-yusuf-dianggap-syiah/
Post a Comment