Kayaknya hari ini masih sama kayak hari kemaren. Bedanya, hari ini saya masuk kantor. Cuman, selama di kantor, suasananya nyantai banget, beda jauh sama tanggal 1 sampe 3 kemaren yang full pressure. Hari ini saya cuman kerja –anggap aja- sejam, sharing pikiran sama mandor beberapa menit. Setelahnya, buka-buka Fb, blogwalking, baca-baca berita di internet, dan… nonton tivi! Hahaha… Gila! Ini kantor apa rumah yak? Ini yang bikin saya betah kerja di Dipo. Suasananya nyantai. Kalau siang, mau tidur pun ada kamar tersendiri. Atau tiduran di tempat shalat juga boleh. Selama kerjaan udah beres, atau sekadar untuk istirahat merilekskan pikiran. :D
Sejak tadi pagi sampai saya pulang, playlist yang diputer sama mandor saya itu-ituuuuu aja! Tau apaan? Lagu Korea, alias ost-nya Full House! Hahaha… Sampe bosen saya! Saya mau muter lagu lain, gak enak sama dia. Dia kan pake lepinya sendiri, tanpa speaker aktif. Justru lepi saya yang bisa disambungin ke speaker, karena speakernya ada di meja saya. Pengennya sih muter lagu lain, tapi ntar saingan sama dia. Gak enak kan. Ya wis, jam 1 teng, saya pulang aja.
Nyampe rumah, langsung tidur sambil ditemenin Dan Gibson’s Solitudes. Salah satunya yang bikin nguantuk buanget, solitude yang judulnya After The Rain, panjangnya 10 menit. Nyamaaaann banget didengerin. Berasa relaksasi. Sampe kebawa mimpi segala. xD
Begitu bangun, shalat, nonton tivi, saya muter Taylor Swift, dan bergalau ria bersama Back To December. Tapi, setelah itu saya ganti sama Sami Yusuf.
Dua lagu dari Sami Yusuf yang sampe sekarang masih belom bosen saya dengerin adalah You Came To Me sama Mother.
You Came To Me
Untuk You Came To Me, saya sukaaaa banget sama videonya. Apalagi gerakan tangan Sami yang seolah membuat debu-debu bercahaya itu membentuk sebuah kaligrafi (ada yang bisa baca kaligrafinya gak?), lalu perlahan debu-debu itu memudar. Keren deh. Padahal sederhana banget lho kilpnya. Dan saat chorus, saat Sami menyanyikan shalawat, dia ada di hutan, seperti sedang mencari ‘sesuatu’. Sebuah ‘cahaya’, alias petunjuk, mungkin.
You Came To Me bercerita tentang kecintaan pada Rasulullah. Bahwa Rasulullah telah mengisi hati kita dengan cinta, dengan ajaran-ajaran penuh kasih. Dan beliau telah datang pada kita, membawa sebuah cahaya kebenaran, Al Islam. Itu inti lagu ini. Aransemen dan melodinya juga keren lho.
You came to me in that hour of need
When I was so lost, so lonely
You came to me, took my breathe away
Showed me the right way, the way to lead
You filled my heart with love, showed me the light above
Now all I want is to be with you
You are my one true love, taught me to never judge
Now all I want is to be with you
Rasulullah sudah memberi manhaj yang jelas bagi kita, dalam menjalani agama ini, dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Saya menerjemahkan lagu Sami ini, sebagai kerinduan pada Rasulullah, yang diwujudkan dengan mengikuti sunnah-sunnah beliau. Karena beliau selalu mewujud dalam sunnah-sunnah yang ditinggalkannya. Dalam artian, kita akan bisa merasa dekat dengan beliau jika kita selalu mengamalkan apa yang beliau ajarkan.
You came to me in the time if despair
I called onto you, you were there
Without you what would my life be
Not know the unseen, the worlds between
Saat kita gundah, kemudian kembali mengkaji ulang ajaran beliau, hadits-hadits beliau, rasanya seperti kita dibimbing langsung oleh beliau. Sepertinya, beliau masih ada bersama kita.
For you I’d sacrifice, for you I’d give my life
Anything just to be with you
I feel so lost at times of all the hurt and lies
Now all I want is to be with you
Hal ini seperti dicontohkan oleh para shahabat, yang rela berkorban demi Rasulullah. Rela mati demi menjaga beliau. Demi kebenaran yang dibawa beliau. Demi melihat wajah Allah di surga, seperti yang beliau sampaikan. Dan, bukankah kita semua ingin membersamai beliau di jannah, kelak? Mendapat syafaat dari beliau? Meminum air dari Al Kautsar, yang airnya lebih manis dari madu, lebih putih dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku, di mana setelah minum itu, kita tidak akan pernah kehausan lagi selamanya? Bukankah kita semua menginginkannya?
Mari kita buktikan, bahwa kita ummat beliau, dengan mengamalkan sunnah-sunnah yang beliau tinggalkan. Kalau pun gak bisa secara keseluruhan langsung (kayak saya ini), setahap demi setahap pun boleh, yang penting ada usaha untuk mengikuti beliau. Kan gitu ya?
(Kok jadi kayak khutbah??? >.<)
Mother
Nah, ini juga lagu plus klip favorit saya dari Sami Yusuf. Saking sukanya, kemaren sempet saya upload juga ke Fb. Dan tadi sekali lagi, untuk kesekian kalinya, saya dengerin Mother (yang English-Arabic version). Tapi kali ini sambil buka Lyrics Application. Lirik Arabic-nya ternyata tetep ditulis pake tulisan latin, bukan tulisan Arab, jadinya masih bisa dibaca sama hape saya. Dan, di lirik Arabic itu juga ditulis terjemahan pake bahasa Inggris.
Sambil dengerin Sami nyanyi, saya sambil baca liriknya. Dan… gerimislah hati saya.
Blessed is your face, blessed is your name
My beloved
Blessed is your smile, which makes my soul want to fly
My beloved
All the nights, and all the times
That you cared for me, but I never realised it
And now it’s too late
Forgive me
Now I’m alone with so much shame
For all the years I caused you pain
If only I could sleep in your arms again
Mother, I’m lost without you
You were the sun that brightened my day
Now who’s gonna wipe my tears away
If only I knew what I know today
Mother, I’m lost without you
Ini verse pertama dalam lagu ini. Murni dalam bahasa Inggris. Menceritakan penyesalan dan kerinduan pada sosok ibu.
Jika direnungkan, jangan-jangan selama beliau hidup, kita selalu menyakiti beliau? Now I’m alone with so much shame, for all the years I caused you pain.
You were the sun that brightened my day, now who’s gonna wipe my tears away? Seorang ibu memberi kita cahaya pertama. Beliaulah yang dengan telaten mengajari kita bicara, berjalan, belajar, dan sebagainya. Beliau juga yang selalu menjadi tumpuan kita saat kita menangis, ketika kita kecil dulu.
Ummahu… Ummahu, ya Ummi
Wa shawqahu ila luqyaki, ya Ummi
“Ummuka, Ummuka, Ummuka, Ummuka,”
Qaulu Rasulika
Fi qalbi, fi hulumi
Anti ma’i, ya Ummi
(Mother… Mother… Oh, my Mother
How I long to see, oh Mother
“Your mother, your mother, your mother,”
Is the saying of your Prophet
In my heart, in my dreams
You’re always with me, Mother)
Dalam lirik, Ummuka disebut 4 kali. Mungkin hanya sebagai pelengkap nada aja. Karena setahu saya, dalam hadits hanya disebut 3 kali, dan yang ke-4 adalah ayah. Yang pasti, dari sabda Rasulullah ini, jelas sekali kan di mana kedudukan seorang ibu berada.
Ruhti wa taraktini
Ya nura ‘aynayya
Ya unsa layli
Ruhti wa taraktini
Man, siwaki, yahdhununi?
Man, siwaki, yasturuni?
Man, siwaki, yahrusuni?
‘Afwaki, Ummi
Samihini…
(You went and left me
Oh light of my eyes
Oh comfort of my nights
You went and left me
Who, other than you, will embrace me?
Who, other than you, will cover me?
Who, other than you, will guard over me?
Your pardon, Mother
Forgive me…)
Dalam lagu ini, mungkin sang ibu sudah meninggal, dan sang anak menyesal, dan bersedih dengan kesedihan yang dalam. Saya suka banget bagian terakhir ini. Apalagi pas sampai di lirik “Man, siwaki… dst” itu. Terasa begitu… apa ya… susah saya menjelaskannya. Yang jelas, lagu ini keren banget!
Waduh, diary saya hari ini kok panjang bener, dan nglantur kemana-mana? O.o
Eh, ada yang aneh dengan Winamp di hape saya. Saya lagi muter playlist khusus Sami Yusuf, tapi kok tiba-tiba setelah lagu Sami Yusuf selesai, yang terputer malah Back To December-nya Taylor Swift?? Padahal Taylor gak ada di playlist yang sedang saya puter? Ada apakah ini? O.o
(Abaikan saja paragraf terakhir, gak penting banget!)
Ngawi, 060811

4 comments :
aku paling ga ngeh sama lirik2 inggris :D
tapi pengen ketawa baca paragraf terakhir.. kenapa hayooo?
Rajin ngeblog juga nih, sekarang. Pantes gak nongol di FB. Oke nih blognya. Tukeran link yuk!
Aku suka liriknya You Came To Me :)
Mbak binta: gak tau mbak :P
Admin: eh, ini siapa ya? kok Admin??
Alvi: iya, liriknya keren! :)
Post a Comment