Bismillahirrahmanirrahim
I was thinkin’ about ya
I drew a little picture
But some things you can’t put on paper
Ah, lagu itu lagi-lagi mengingatkan saya padamu. Seseorang yang hingga saat ini masih ada di balik tabir takdir yang belum juga tersibak.
Saya pengen tahu, tidakkah kamu rindu pada saya? Tidakkah kamu ingin lekas bertemu saya? Kenapa gak muncul-muncul sih?
Saya jadi ingat target yang saya canangkan saat saya masih sekolah dulu. Saat kepala saya hampir setiap hari ‘diracuni’ dengan ‘virus’ yang ampuh: nikah dini tuh keren! Yah, saya pun jadi ‘korban’, terkontaminasi, dan akhirnya menetapkan target, kapan saya harus bisa menemukanmu. Tapi nyatanya, Allah berkehendak lain. Sampai sekarang, saat target itu sudah terlampaui, Dia belum juga mempertemukan saya dengan kamu.
And I know, I know
She’s gotta be out there, out there
I know, I know, she’s gotta be…
Maybe I’m wrong, maybe I’m right
Maybe I just let you walk by
What can I say, maybe I’ve known you all my life
Is she the one, is it today?
Will I turn the corner, see my future
In a beautiful face…
Maybe…
Yah, hingga sekarang, kamu masih ada di luar sana. Di sebuah tempat yang tidak saya tahu. Sedang apa kamu sekarang? Berpikir tentang saya kah? Ah, jangan. Jangan sungkan-sungkan, maksud saya. Hehehe… Kidding. Hati-hati saja ketika memikirkan tentang saya, karena syaithan ada dalam aliran darah kita, setiap saat bisa membisikkan hal-hal yang tidak semestinya. Na’udzubillah min dzalik…
Saya tidak tahu siapa kamu. Saya tidak tahu, kapan saya akan bertemu kamu. Atau jangan-jangan, saya telah melewatkan kamu begitu saja, padahal kamu sudah nyata ada di hadapan saya? Seperti kata Archie tadi, maybe I just let you walk by, maybe I’ve known you all my life. Haduhhh… siapa sih kamu? Bikin penasaran aja!
Tapi, saya yakin, Allah punya waktu yang tepat untuk mempertemukan kita, suatu hari nanti.
Karena untuk saat ini, mungkin hingga beberapa tahun ke depan, saya belum akan mampu untuk menemuimu, lalu memancangkan mitsaqan ghalizha. Karena, masih banyak tanggung jawab yang harus saya tunaikan. Kecuali, mulai dari sekarang, kamu mau hidup susah sama saya. Haduh… Ini mah klasik banget kata-katanya. Tapi, kenyataan memang seperti itu.
Saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya dulu, selagi Allah masih memberi saya kelapangan untuk melakukannya. Saya takut, kelak saya akan menyesal, karena belum bisa memberi mereka kebahagiaan, kebanggaan.
Oh, bukan… Bukan berarti saya tidak ingin lekas bertemu kamu. Azzam yang saya buat sejak STM, tentunya menunjukkan seberapa besar kerinduan saya padamu. Tapi, untuk saat ini, Dia tahu, bukan waktu yang terbaik. Mungkin, Dia ingin saya berbenah dulu. Karena mungkin, Dia sudah menyiapkan sebuah mutiara berkilau untuk saya. Tidak mungkin kan, saya yang masih penuh kotoran begini akan menyentuh mutiara itu? Nanti malah ikutan kotor jadinya. Hehehe…
Yang jelas, mungkin saat ini, Allah masih memberi saya waktu untuk menjahit iman yang compang camping. Menyapu dosa yang berserakan di siang dan malam, dan menimbun pahala di lumbung amal shalih yang kian terlupakan. Kamu, juga terus berbenah kan? Alhamdulillah…
They say, give it time, give it time and it will fall in line
But I keep wondering how, and when and why I haven’t met you?
Yah, pasti akan ada waktunya. Biarpun saya selalu bertanya-tanya, kok kita gak ketemu-ketemu ya? Mungkin Allah tahu, kalau kita ketemu di saat-saat seperti ini, yang ada justru dosa dan dosa. Makin hari makin menumpuk dosa. Hingga Dia menundanya. Harusnya kita bersyukur untuk itu.
Saya sering mendengar para ustadz bilang, “Jodoh memang di Tangan Allah. Tapi kalau gak diambil-ambil, ya di Tangan Allah terus!” Hehehe… Ini guyonan yang bergizi sekali. Berarti kamu masih di Tangan Allah kan? Itu artinya, kamu masih aman, insya Allah. Suatu hari, saya akan meminta kamu untuk diserahkan pada saya. Tunggu saja hari itu ya.
Intinya, sekarang, kita masih harus bersabar dan berbenah diri. Inilah jalan cinta para pejuang, yang menjadikan sabar dan shalat sebagai sarana meminta tolong pada Allah. Dan, di Ramadhan ini, berdoa saja, semoga Allah dengan suka rela membuka Tangan-Nya, dan membiarkanmu lari ke pelukan saya, dalam kehalalan ridha-Nya. Insya Allah. ^_^
Eh, punten kalo rada nglantur. Beginilah nasib jomblo. ^o^
*Untuk dia yang entah siapa, berada di mana, dan sedang apa. Semoga Allah menjaganya. Siapapun dia.
Ngawi, 100811

1 comments :
amiinn...
Post a Comment