Bismillahirrahmanirrahim
Berapa lama? Sepuluh. Sebelas
tahun mungkin. Tak ada komunikasi antara kita. Tak ada sapa. Tak ada tatap
muka. Jalinan enam tahun sebelumnya terasa pupus begitu saja.
Lalu tiba-tiba, setelah sebelas
tahun berlalu, kita bertemu. Lagi. Di saat yang begitu tidak bersahabat bagiku.
Saat menjelang senja.
Entahlah. Hanya aku yang merasa,
ataukah memang seperti itu adanya. Kehangatan yang kalian ciptakan untukku,
terasa semu dan tak bermakna. Senyum sapa kalian, tak lebih dari sekadar basa
basi. Tak ada lagi keakraban yang tersisa untukku. Ataukah, memang aku sendiri
yang menghindari semua itu? Mungkin.
Hanya sedikit kata yang keluar
dari bibirku, selama kurang lebih sembilan puluh menit kita bersama. Sebab aku
telah meringkuk di ruang sepi yang kuciptakan sendiri, di antara celoteh riang
kalian. Sebab aku telah membentuk bentengku sendiri, mengucilkan diri dengan
hanya membalas senyum dan sedikit kata-kata.





